Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Siapa Pemilik Indonesia Airlines? Ini Dia Profil Iskandar Pengusaha Aceh CEO Calypte Holding dan Bos Maskapai INA

Baskoro Septiadi • Selasa, 11 Maret 2025 | 16:19 WIB
Iskandar sosok bos Indonesia Airlines.
Iskandar sosok bos Indonesia Airlines.

RADARSEMARANG.ID - Indonesia Airlines (INA) yang kabarnya akan meramaikan dunia penerbangan internasional saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di Indonesia.

Lantas siapa sosok pemilik Indonesia Airlines? Ternyata sosok pengusaha kelahiran Aceh dikabarkan menjadi bos Indonesia Airlines.

Dialah Iskandar, putra asli kelahiran Aceh Iskandar yang dikabarkan menjadi founder dari Indonesia Airlines.

Iskandar merupakan CEO sekaligus pendiri Calypte Holding Pteyang merupakan perusahaan berbasis di Singapura yang bergerak di sektor energi terbarukan, penerbangan dan pertanian.

Dan baru-baru ini Indonesia Airlines, yang dikabarkan menjadi maskapai komersial b layanan premium resmi diperkenalkan oleh Calypte Holding Pte. Ltd.

Maskapai ini siap meramaikan industri penerbangan nasional dengan layanan penerbangan domestik dan internasional.

Meski menggunakan nama Indonesia, maskapai ini sebenarnya didirikan oleh perusahaan asal Singapura, Calypte Holding Pte. Ltd.

Maskapai Indonesia Airlines akan berbasis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dengan fokus pada penerbangan internasional.

 

Mengutip laman resmi Calypte Holding, Iskandar saat ini menjabat sebagai CEO dan Ketua Eksekutif perusahaan tersebut.

Lahir di Bireuen, Aceh, pada 7 April 1983, Iskandar menempuh pendidikan tinggi di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.

Kariernya dimulai saat bekerja di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias pasca tsunami.

Pada 2006 hingga 2009, ia bergabung dengan PLN sebelum beralih ke sektor perbankan dan asuransi.

Setelah meninggalkan PLN, Iskandar bekerja di bank swasta CIMB Niaga Banda Aceh sebagai Funding Sales Officer pada 2012-2013.

Kariernya terus berkembang hingga menjadi Manajer Cabang di Bank Danamon Indonesia.

Lalu, menjabat sebagai Manajer Perbankan Pilihan di Permata Bank Jabodetabek hingga 2014.

Berkat interaksinya dengan nasabah yang bergerak di bidang kelistrikan, Iskandar mulai tertarik untuk merintis bisnis di sektor energi.

Pada 2015, ia memutuskan keluar dari dunia perbankan dan mulai mengembangkan proyek kelistrikan di Indonesia, menggandeng investor dari berbagai negara.

Pada 2016, ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif Daiwatech Indonesia.

Setahun kemudian, ia mendirikan perusahaan kelistrikan dengan modal pribadinya.

Namun, bisnis tersebut terdampak pandemi Covid-19 yang kemudian membuatnya merintis usaha baru dengan mitra dari Singapura, yang kemudian melahirkan Calypte Holding Pte. Ltd. pada 2022.

Sebagai Ketua Eksekutif Calypte Holding, Iskandar memimpin ekspansi bisnis, termasuk di sektor penerbangan.

Sebelum mendirikan Indonesia Airlines, Calypte Holding lebih dulu memperkenalkan Royal Jeumpa Airlines yang dijadwalkan mengudara pada Februari 2025.

 

Rencananya, maskapai ini akan melayani penerbangan di 48 kota tujuan dari 30 negara dalam lima tahun pertama operasionalnya.

Dalam tahap awal operasional, Indonesia Airlines akan mengoperasikan 20 pesawat yang terdiri dari:

10 unit pesawat berbadan ramping, seperti Airbus A321neo atau A321LR.
10 unit pesawat berbadan lebar, seperti Airbus A350-900 dan Boeing 787-9.

Indonesia Airlines mengusung konsep layanan premium dan fasilitas kelas dunia yang biasanya hanya diperuntukkan bagi penyewaan jet pribadi. (bas)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#aviasi #indonesia airlines #ina #PENERBANGAN #pesawat