Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Heboh! Seorang Pria Mengamuk Karena Terganggu Suara Toa Masjid, Hingga Menimbulkan Pro Kontra di Media Sosial

Tasropi • Kamis, 6 Maret 2025 | 17:26 WIB
Seorang pria mabuk dan mengamuk di masjid kawasan Damanhuri, Samarinda.
Seorang pria mabuk dan mengamuk di masjid kawasan Damanhuri, Samarinda.

RADARSEMARANG.ID, Unit Reserse Kriminal Polsek Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur, menahan seorang pria berinisial SF (48) yang diduga menodongkan senjata tajam kepada imam saat salat tarawih di Masjid Baitul Arif, Jalan Damanhuri, Kelurahan Sungai Pinang Dalam.

Kapolsek Sungai Pinang, Ajun Komisaris Aksarudin Adam, menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Pekat Mahakam 2025.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin 3 Maret 2025 sekitar pukul 20.00 WITA, ketika jemaah tengah melaksanakan salat tarawih.

Baca Juga: Fadhilah Keutamaan Salat Tarawih Malam ke 8 Ramadan 2025, Pahala Seperti Mukjizat yang Diberikan Kepada Nabi Ibrahim

SF tiba-tiba datang ke masjid sambil berteriak-teriak, menyebabkan gangguan terhadap ketenangan ibadah.

Pria bernama SF, yang diduga mabuk dan terganggu oleh suara speaker, bahkan sampai menodongkan parang dan pisau kepada imam masjid sebelum akhirnya ditangkap polisi.

Kejadian ini menjadi sorotan, bukan hanya karena aksi kekerasan, tetapi juga karena memicu tanggapan beragam dari netizen di media sosial.

Sejumlah warganet menyuarakan keresahan serupa.

Akun media sosial x@RedXeon05 menyinggung bahwa aturan penggunaan toa sudah diatur oleh Dewan Masjid, namun sering kali penggunaannya dianggap berlebihan.

Lalu akun @adnid__menambahkan bahwa sunnahnya, toa hanya digunakan untuk adzan, bukan aktivitas lain seperti pengajian atau sholat berjamaah. Bahkan,

Sedangkan akun @adityaRU berbagi pengalaman unik tentang masjid yang memutar lagu dangdut dan iklan Shopee melalui speaker luar, menambah daftar keluhan tentang penggunaan toa yang tidak sesuai fungsi.

Di sisi lain, insiden ini juga memunculkan nada humor dan sindiran.

Akun x@agus_sukar16788 mengaitkan kemarahan pelaku dengan “nyeri huntu” yang diperparah suara toa, sementara

Sedangkan akun x@jaapaai berkomentar bahwa “setan belum diikat” di awal Ramadan.

Polemik ini menunjukkan bahwa penggunaan toa masjid masih menjadi isu sensitif yang membutuhkan solusi bijak antara kebutuhan ibadah dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Editor : Tasropi
#aksi kekerasan #kalimantan timur #Polsek Sungai Pinang #suara speaker