RADARSEMARANG.ID, DUNIA kajian keislaman Tanah Air, khususnya kalangan Salafi, baru-baru ini dikejutkan oleh sebuah video yang viral di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi singkat itu, seorang pria botak terlihat duduk santai di atas kapal sambil memancing, dengan sebatang rokok terselip di tangannya.
Warganet ramai-ramai berspekulasi bahwa sosok tersebut adalah Ustadz Riyadh Bajrey, seorang ustadz muda beraliran Salafi yang dikenal dengan ceramah-ceramahnya yang tegas.
Video tersebut langsung memicu gelombang reaksi di kalangan pengikut Salafi.
Pasalnya, merokok kerap dianggap haram oleh sebagian besar ulama Salafi, sehingga keberadaan sosok yang diduga Ustadz Riyadh dalam situasi tersebut dianggap mengejutkan, bahkan mengecewakan.
“Kalau benar itu Ustaz Riyadh, kok bisa? Bukannya rokok itu diharamkan?” tulis salah seorang pengguna X, mencerminkan kekecewaan yang dirasakan banyak pengikutnya.
Siapa Ustaz Riyadh Bajrey?
Adam Badar Bajri, atau lebih dikenal dengan nama Riyadh Badr bin Bajrey, lahir di Indramayu, Jawa Barat, pada 3 September 1988.
Berasal dari keluarga yang taat beragama, Riyadh kecil tumbuh dengan pendidikan yang kental nuansa keislaman.
Ia mengawali pendidikannya di SDN Karanganyar 4 Indramayu hingga lulus pada 2001, lalu melanjutkan ke SMPN 4 Sindang Indramayu dan lulus pada 2004.
Perjalanan keilmuannya berlanjut ketika ia menjadi santri di sebuah Pondok Pesantren di Semarang, Jawa Tengah, pada 2008.
Setelah lulus dari pesantren, Riyadh bercita-cita melanjutkan studi ke Timur Tengah, kawasan yang dikenal sebagai pusat keilmuan Islam.
Sayangnya, setelah mengikuti berbagai tes masuk perguruan tinggi di sejumlah negara Timur Tengah, ia tak kunjung diterima.
Sempat menganggur selama setahun, Riyadh akhirnya memutuskan untuk kuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab.
Namun, takdir membawanya ke Mesir. Ia diterima di Universitas Al Azhar, Kairo, di jurusan Hadis Fakultas Ushuluddin.
Lulus dari institusi bergengsi itu, Riyadh menyandang gelar Lc (Licentiate), sebuah capaian yang membanggakan dalam perjalanan akademiknya.
Masa Lalu yang Kontroversial
Di balik citra ustadz yang kini dikenal luas, Riyadh ternyata memiliki masa lalu yang tak biasa.
Dalam dua tahun pertama kuliah di Mesir, ia mengaku sempat “lalai” dalam ibadah.
Aktivitasnya lebih banyak dihabiskan bersama perkumpulan dan organisasi mahasiswa.
Bahkan, ia pernah menjadi vokalis band lokal di Alexandria bernama Alex Band.
Pengakuan ini, yang ia sampaikan dalam podcast Kasisolusi, sempat membuatnya menjadi sasaran hujatan di media sosial.
“Soal masa lalu saya di band, terserah orang mau nyela. Sukron, lumayan ngapusin dosa gua. Allah punya cara sendiri, terserah orang mau bilang apa,” ujarnya santai menanggapi kritik.
Di Mesir pula, pemikiran keagamaan Riyadh mulai terbentuk. Ia banyak dipengaruhi oleh Syaikh Muhammad Said Ruslan, seorang ulama Salafi ternama di negeri piramida tersebut.
Pengaruh ini tampaknya menjadi fondasi dakwahnya setelah kembali ke Indonesia.
Polemik Rokok dan Reaksi Publik
Kembali ke video viral tersebut, kemunculan sosok yang diduga Ustaz Riyadh dengan rokok di tangan memicu perdebatan sengit.
Bagi kalangan Salafi yang menganggap rokok sebagai sesuatu yang haram, video ini menjadi pukulan telak.
“Ustaz kok merokok? Ini bikin bingung, apalagi beliau kan panutan,” tulis seorang warganet di X.
Namun, ada pula yang membela dengan nada santai. “Mungkin itu cuma masa lalu lagi, atau bisa jadi bukan Ustaz Riyadh. Jangan buru-buru judge,” komentar seorang pengguna lainnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Ustaz Riyadh Bajrey terkait kebenaran video tersebut.
Namun, kehebohan ini kembali menunjukkan betapa sorotan publik terhadap kehidupan pribadi seorang ulama bisa begitu tajam, terutama di era media sosial yang serba cepat seperti sekarang.
Apakah ini hanya kesalahpahaman, atau memang sebuah sisi lain dari Ustaz Riyadh yang selama ini tersembunyi? Publik masih menanti jawaban.
Editor : Tasropi