Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Kasus Penembakan Siswa, Oknum Polisi Ini Bakal Jalani Sidang Kode Etik

Deka Yusuf Afandi • Rabu, 4 Desember 2024 | 19:55 WIB
Jumpa pers kasus penembakan pelajar SMKN 4 Semarang Gamma Rizkynata Oktafandy dengan pelaku Aipda Robig Zaenudin di Mapolda Jateng, Senin (2/12/2024)
Jumpa pers kasus penembakan pelajar SMKN 4 Semarang Gamma Rizkynata Oktafandy dengan pelaku Aipda Robig Zaenudin di Mapolda Jateng, Senin (2/12/2024)

RADARSEMARANG.ID – Pekan ini, oknum polisi yakni Aipda Robig Zaenudin akan menjalani sidang kode etik usai melakukan penembakan terhadap seorang siswa SMK 4 Kota Semarang.

Penembakan tersebut membuat korban bernama Gamma Rizkinata Oktafandi meninggal akibat luka tembak di bagian pinggul.

Wakapolda Jateng, Brigjen Agus Suryonugroho mengungkapkan status Aipda RZ masih terperiksa dan akan terus menjalani pemeriksaan oleh Propam Polri.

“Berkaitan dengan kasus yang diproses Propam, kami jamin bahwa sesaat setelah kejadian sudah dilakukan pemeriksaan dan hari ini sudah terperiksa dan waktu dekat akan dilakukan sidang etik. Statusnya terperiksa dan mungkin minggu ini sidang kode etik,” katanya di Lobby Polda Jateng, Senin (2/12/2024).

Pihaknya memastikan, kasus ini akan terus berjalan dengan transparan dan professional.

Meski ada pengawasan dari beberapa pihak seperti Kompolnas, Komnas HAM hingga Mabes Polri.

“Polda Jateng dalam hal penanganan peristiwa termasuk penembakan anggota sangat objektif transparan akan kita buka tidak akan ditutupi,” katanya.

Lebih lanjut, Polda Jawa Tengah tetap menggandeng Dinas terkait guna penanganan peristiwa tawuran atau kenakalan remaja lain dengan membuat Rumah Sahabat Anak.

“Kedepan Polda Jateng menghadapi peristiwa ini kami akan kolaborasi dengan Pemprov akan membuat Rumah Sahabat Anak jadi kita bisa sama-sama bertanggungjawab,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Kompolnas, Choirul Anam meminta agar Polda Jateng agar berkomitmen menuntaskan kasus ini secara baik. Dirinya pun meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama mencegah agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Fenomena tidak hanya di Semarang dan Jateng tapi tempat lain banyak. Pendekatan harus komprehensif melibatkan Pemprov karena hal penting ngomong problem remaja pelibatan stakeholder. Sehingga pendekatan harus komprehensif,“ tutupnya.

Sebelumnya,  Siswa SMK Negeri 4 Semarang meninggal, diduga karena ditembak oknum polisi. Diduga saat kejadian, korban tidak sendirian. Ada dua siswa lain yang dikabarkan masih trauma dengan kejadian tersebut.

Staf Kesiswaan SMK Negeri 4 Semarang Nanang Agus mengatakan, masih ada dua siswa lagi yang mengalami trauma.

Namun demikian, Nanang belum bersedia menjelaskan tentang trauma yang dimaksud dengan alasan belum diizinkan orangtua siswa untuk bertemu.

"Yang MD (meninggal dunia, red) kelas 11, Teknik mesin. Yang dua (siswa lain) kelas 11 jurusan Tenaga Kelistrikan. Dua temannya juga masih trauma, yang satu masih di rumah sakit Tugu (RSUD Tugurejo), yang satu sudah di rumah," katanya.

"Sekolah juga belum bisa mendapat informasi karena dari pihak keluarga belum mengizinkan untuk ditemui. Pihak sekolah juga tetap menunggu konfirmasi dari orangtua," jelasnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 4 Semarang Agus Riswantini mengakui siswa yang meninggal tersebut anak didiknya.

Namun pihaknya belum mengetahui secara persis kejadian yang menyebabkan Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO) meninggal.

Ia mengetahui meninggalnya korban dari media sosial.

"Tahunya ya dari media sosial yang berseliweran, terus pihak sekolah konfirmasi ke rumah duka. Tapi sudah ketinggalan, sudah dibawa ke Sragen. Terus bertemu dengan kerabatnya di rumah duka," ungkapnya.

Pihak sekolah telah mendatangi rumah duka melakukan takziah pada Minggu (24/11/2024) usai maghrib.

Suasana keluarga dan orangtua masih berduka. Begitu juga jenasah juga telah dibawa ke Kabupaten Sragen untuk dimakamkan.

"Kalau di Kembangarum kan tinggal sama bapak, sama neneknya. Kalau ibunya sudah tidak ada. Sehingga nanti kalau suasana duka sudah selesai pemakaman, kita akan berkomunikasi dengan orangtua," jelasnya.

Informasi yang beredar, ada yang menyebut lokasi penembakan di sekitaran Kelenteng Sam Poo Kong, namun ada juga yang menyebut di daerah Panjangan, Manyaran.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio membenarkan adanya kejadian tersebut.

Namun pihaknya belum bersedia membeberkan dan menyampaikan bahwa ranah penanganan berada di Polrestabes Semarang.

"Betul, ada. Untuk kejadiannya ke Polrestabes," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Senin (25/11/2024).

Informasi yang diperoleh, korban bernama Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO), 17, warga Kembangarum, Semarang Barat.

Korban sempat dirawat beberapa jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP dr Kariadi Semarang. Namun, nyawanya tidak terselamatkan pada Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 01.58 WIB.

Kejadian ini sempat viral di media sosial. Narasi di sebuah akun tersebut tertulis korban meninggal dunia pada Minggu, 24 November 2024 pukul 01.58 WIB.
Adapun kronologi yang didapatkan dari keluarga, korban terkena tembakan oknum polisi.

Korban sempat dilarikan ke RSUP dr Kariadi Semarang, namun takdir berkata lain.

Korban tak selamat oleh peluru yang menembus pinggulnya.

Pemakaman korban dilakukan Minggu sore di Sragen.

Berdasarkan penelusuran di rumah korban, hanya terdapat tiga sampai empat orang.

Di depan rumah juga terdapat tulisan berita lelayu.

Sedangkan jenasah dimakamkan di wilayah Kabupaten Sragen.

Salah satu kerabat korban, Umi, membenarkan informasi tersebut.

Perempuan ini menyebut, korban meninggal dengan luka tembak. Jenazahnya diambil keluarga di RSUP dr Kariadi dan dibawa ke rumah duka pada Minggu (24/11/2024) siang.

"Betul (karena luka tembak). Ini masih berduka, dari keluarga juga belum tahu pastinya seperti apa," katanya.(dka)

Editor : Tasropi
#penembakan #korban penembakan #Gamma Rizkinata Oktafandi #smk 4 semarang #Kompolnas #Gamma Korban Penembakan Polisi #penembakan polisi #korban