Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dikenal Baik dan Berprestasi, Rekan Siswa SMKN 4 Semarang Tidak Terima Korban Disebut Kreak

Ida Fadilah • Rabu, 27 November 2024 | 04:08 WIB

 

Teman-teman korban Gamma Rizkynata Oktavandy, Satria dan Adam mengungkap rekannya baik, tidak percaya jika terlibat tawuran, Selasa (26/11/2024).
Teman-teman korban Gamma Rizkynata Oktavandy, Satria dan Adam mengungkap rekannya baik, tidak percaya jika terlibat tawuran, Selasa (26/11/2024).

RADARSEMARANG.ID - Teman-teman Gamma Rizkynata Oktavandy (GRO), Satria, dan Adam yang diduga ditembak oknum polisi di SMKN 4 Semarang tidak terima jika dikatakan rekan mereka sebagai kreak.

Pasalnya, ketiga korban dikenal anak baik dan agamis.

Dalam catatan pihak sekolah, ketiga korban adalah anak baik, tidak ada pelanggaran.

Juga di mata teman-teman kelas maupun teman organisasi, ketiga anak ini berperilaku baik.

Oleh karena adanya tudingan ikut gangster atau disebut kreak, pihak sekolah sangat terkejut.

Akhirnya tudingan korban adalah gangster sangat membuat mereka kaget.

Koordinator Bimbingan Konseling (BK) SMK Negeri 4 Semarang Rizky Agung Hutomo mengungkap bahwa selama ini tiga siswa tersebut tidak memiliki catatan buruk.

"Tentu kami kaget karena berdasarkan catatan di sekolah mereka baik, tidak ada pelanggaran. Juga memiliki prestasi di bidang paskibra," ucap dia Selasa (26/11/2024).

Salah satu siswa, rekan korban, mengungkapkan, ketiga orang tersebut orang baik. Bahkan si Satria dikenal suka mengikuti pengajian dan positive vibes.

"Anaknya baik ceria banget, periang, banyak omong, nggak ada dia jadi kreak aku juga kaget dengernya, walaupun dia kadang gak mood dia pasti tetap mencoba bahagia buat mencairkan suasana," kata Nawaf Ahmad Maulana.

Andini, teman ekstrakurikuler paskibra di sekolah tersebut mengungkapkan, terakhir bertemu ketiga korban saat Sabtu (23/11) lalu usai latihan paskibra.

Ia mengakui jika rekannya itu tidak pernah neko-neko.

"Baik orangnya, kami Sabtu sore terakhir ketemu usai latihan. Setelah itu bilang kalau mau main gitu tapi tidak tahu ke mana," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMK Negeri 4 Semarang bidang Kesiswaan Agus Riswantini menyebut belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari keluarga.

Pihaknya telah berupaya menemui ke rumah korban, namun keluarga belum mau menemui.

"Intinya karena pihak keluarga belum berkenan ya sudah kita bisanya menunggu info setelah semua clear," ucap dia.

Sepengetahuan Ketua RT 04/RW02, Jalan Stasiun Jrakah, Kecamatan Tugu, Kota Semarang Aris Widarto, Satria dikenal anak baik.

Bahkan usai Isyaselalu mengaji di pondok dekat rumahnya.

Tak hanya itu, Satria kerap membantu orang tuanya yang bekerja serabutan seperti menjual kerupuk, sopir boks hingga salesmen.

"Dia biasanya ikut ngaji di Pondok Pesantren Daarun Najaah sehabis Isya. Jarang keluar malam juga. Anaknya baik, bahkan sering membantu jualan kerupuk," ucapnya.

Oleh karenanya, warga sekitar tidak percaya jika remaja tersebut disebut ikut dalam kelompok gangster remaja alias kreak.

"Tidak benar kalau menurut saya (Satria anggota kreak, Red). Kalau di sini Mas Satria itu baik. Sering mengaji dan bantu orang tua," ucapnya.

Satria yang tertembak di lengan kiri keluarga tidak mau menemui siapapun.

Menurut keterangan tetangga, Satria yang sebelumnya di rawat di RS Tugurejo telah pulang Selasa pagi.

Namun, dari pihak keluarga berpesan tidak ingin diganggu oleh siapapun.

Pasalnya korban masih trauma dan ingin menenangkan diri.

Sementara di kediaman korban selamat lainnya, Adam juga terungkap hal serupa.

Remaja ini tinggal di alamat Jalan Karonsih Timur Raya III/205, Kecamatan Ngaliyan bersama nenek, tante dan keponakannya.

Sedangkan orang tuanya ada di Magelang.

Saat akan dijumpai di rumahnya, Adam tidak ada.

Hanya neneknya saja, itupun tidak mau digali informasi bahkan menutup pintu.

Sampai sore hari, Adam diketahui belum sampai di rumahnya karena siang hari sedang mengikuti prarekontruksi di TKP penembakan.

Sehingga upaya dalam melakukan pendampingan belum bisa dilakukan LBH Petir karena belum bertemu dengan Adam.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Adam dikenal baik.

Ketua RT RT 6 RW 5 Ngaliyan M Wakimin, menyebut Adam memiliki kepribadian yang baik.

Bahkan termasuk remaja masjid, bukan kreak atau gangster.

"Anaknya baik tidak ikut-ikutan seperti itu. Aktif di remaja lingkungan, jaga malam. Tidak pernah mendengar terlibat kenakalan," tegasnya. (ifa/ton)

Editor : Pratono
#SMK Negeri 4 Semarang #semarang #korban penembakan #ngaliyan #Magelang #TUGU #Gamma Rizkynata Oktafandy