Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Klaim Polisi Tentang SIswa SMK Negeri 4 Semarang yang Ditembak Merupakan Anggota Gangster Masih Diragukan?

Muhammad Hariyanto • Selasa, 26 November 2024 | 18:52 WIB

 

Ucapan duka cita dari rekan-rekan Gamma Rizkynata Oktafandy
Ucapan duka cita dari rekan-rekan Gamma Rizkynata Oktafandy

RADARSEMARANG.ID – Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menyatakan Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO) merupakan anggota gangster atau kreak yang akan tawuran.
Korban dan dua temannya ditembak, disebut karena menyerang polisi saat akan dibubarkan.
Tapi klaim polisi ini masih diragukan dari pihak-pihak yang dekat dengan korban.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 4 Semarang Agus Riswantini mengakui siswa yang meninggal tersebut anak didiknya.
Namun pihaknya belum mengetahui secara persis kejadian yang menyebabkan Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO) meninggal.
Ia mengetahui meninggalnya korban dari media sosial.
"Tahunya ya dari media sosial yang berseliweran, terus pihak sekolah konfirmasi ke rumah duka. Tapi sudah ketinggalan, sudah dibawa ke Sragen. Terus bertemu dengan kerabatnya di rumah duka," ungkapnya.
Agus Riswantini juga menyebut, anak didiknya yang meninggal ini aktif dalam organisasi kesiswaan.
Bahkan, GRO tidak memiliki catatan buruk, apalagi terkait tawuran pelajar.
Yang bersangkutan juga tidak menjadi anggota gangster yang meresahkan.
"Jadi memang kami akui GRO ini masuk dalam organisasi Siswa Paskibra Bela Negara. Dan yang di situ kami nyatakan anak anak baik, versi kami karena yang kami tahu memang anak-anak baik," jelasnya.
Kabar yang beredar di lingkungan SMK Negeri 4 Semarang, tiga siswa yang menjadi korban penembakan tersebut tidak terlibat tawuran.
Mereka juga bukan anggota gangster.
Disebutkan, pemicu penembakan tersebut gara-gara serempetan motor dengan anggota polisi.
Korban dikatakan sempat berhenti dengan maksud ingin meminta maaf.
Tapi kemudian terjadi peristiwa penembakan tersebut.
Sementara, Staf Kesiswaan SMKN 4 Semarang Nanang Agus mengatakan, masih ada dua siswa lagi yang mengalami trauma.
Namun demikian, Nanang belum bersedia menjelaskan tentang trauma yang dimaksud dengan alasan belum diizinkan orangtua siswa untuk bertemu.
"Yang MD (meninggal dunia, red) kelas 11, Teknik mesin. Yang dua (siswa lain) kelas 11 jurusan Tenaga Kelistrikan. Dua temannya juga masih trauma, yang satu masih di rumah sakti Tugu (RSUD Tugurejo), yang satu sudah di rumah," katanya.
"Sekolah juga belum bisa mendapat informasi karena dari pihak keluarga belum mengizinkan untuk ditemui. Pihak sekolah juga tetap menunggu konfirmasi dari orangtua," jelasnya.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar angkat bicara terkait kasus penembakan terhadap pelajar SMK Negeri 4 Semarang yang akhirnya meninggal di RSUP dr Kariadi, Kota Semarang Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 01.58 WIB.
"Pada minggu kemarin kita menangani laporan setidaknya ada tiga peristiwa tawuran antargangster atau antarkreak di Kota semarang, terjadi di titik Kecamatan Gayamsari, Semarang Utara dan Semarang Barat," ungkapnya di Mapolrestabes Semarang.
Irwan mengatakan, dalam penanganan peristiwa tawuran ini, ada beberapa orang yang diamankan dan diperiksa.
Hasil dari penyelidikan tersebut, juga ada yang telah ditetapkan tersangka.
"Peristiwa di Gayamsari, ada dua yang kita tetapkan sebagai tersangka. Kemudian di Semarang Utara itu ada korbannya, tapi pelakunya sementara belum (tertangkap) dalam proses penyelidikan," jelasnaya.
Irwan membeberkan telah memeriksa 12 orang yang diduga terlibat kaitannya aksi tawuran di Semarang Barat.
Hasil dari proses pemeriksaan tersebut juga ada yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Empat (orang) di antaranya sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Mereka dari dua kelompok yang berbeda Geng Seroja dan Geng Tanggul Pojok. Korban ini kebetulan dari Geng Tanggul Pojok," jelasnya.
Ketika terjadi aksi tawuran ini, ada anggota polisi yang sedang perjalanan pulang menggunakan motor. Ketika melihat keributan, anggota Sat Res Narkoba Polrestabes Semarang itu hendak melerai.
Menurut Kapolrestabes, anggota polisi tersebut justru mendapat serangan dan akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan, hingga akhirnya menembak ke korban.
"Saat kedua kelompok gangster ini melakukan tawuran, kemudian muncul anggota polisi, kemudian dilakukan upaya untuk melerai, namun lalu ternyata anggota polisi informasinya mendapat penyerangan sehingga dilakukan tindakan tegas," jelasnya.
"Informasinya kan jam 01.00 malam. Habis kerja, melakukan penyelidikan di kantor. Lakukan perjalanan pulang melintas di kantor perumahan Paramount itu. Polisi mau melerai," sambungnya.
Korban tertembak diketahui bernama Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO), 17, warga Kembangarum Semarang Barat.
Korban tertembak pada bagian pinggul.
Korban diketahui merupakan pelajar SMK Negeri 4, kelas XI, jurusan Teknik Mesin 2.
Saat tertembak, anggota polisi tersebut juga melakukan pertolongan bersama anggota geng Seroja.
Saat di RSUP dr Kariadi Semarang guna mendapatkan perawatan medis.
Namun, nyawa pelajar tersebut tidak terselamatkan.
"Korban terkena (tertembak) pinggulnya. Ini satu catatan, ketika dibawa ke RS yang menolong justru dari kelompok lawannya yang membawa ke RS dari kelompok seroja plus anggota kami," katanya.
Awalnya, mereka yang membawa korban ke RSUP dr Kariadi Semarang awalnya tidak ada yang mengenali korban.
Identitasnya baru diketahui sekitar pukul 10.00. Kemudian disampaikan keluarga korban.
"Makanya sampai pagi kan belum diketahui identitasnya. Kelompok Seroja juga tidak mengenali," ujarnya.
Kapolrestabes menambahkan, sampai sekarang ini tiga peristiwa tawuran ini masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Selain itu, anggota polisi yang melepas tembakan juga masih dimintai keterangan.
"Jadi penanganan terhadap tiga peristiwa sedang kita dalami. Ungkap siapa saja yang terlibat," jelasnya. (mha/ton)

 

Editor : Pratono
#Polrestabes Semarang #SMK Negeri 4 Semarang #penembakan #Gangster #POLISI #Irwan Anwar #Kreak