Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menurut Data, Cheetah Menjadi Spesies Kucing Besar yang Mengalami Penurunan Populasi Paling Signifikan

Aby Genta Putra Prasetya • Jumat, 15 November 2024 | 17:24 WIB
Potret salah satu cheetah di kawasan konservasi Botswana
Potret salah satu cheetah di kawasan konservasi Botswana

RADARSEMARANG.ID - Trend penurunan jumlah populasi satwa yang ada di bumi memang sudah berada di titik yang mengkhawatirkan.

Semakin hilangnya habitat asli satwa, perburuan liar maupun pemanasan global menjadikan banyak binatang liar semakin terdesak dan akhirnya lambat laun bisa saja habis ditelan jaman.

Para penggiat konservasi telah melakukan banyak upaya untuk menyelamatkan berbagai spesies binatang terancam punah mulai dari lewat petisi, aksi nyata hingga pembangunan shelter-shelter konservasi untuk mengembangkan jumlah populasi binatang-binatang ini.

Sayangnya, masih banyak oknum warga atau masyarakat yang kurang peduli dengan isu ini, mereka menutup telinga dan bahkan masih melakukan perburuan binatang langka demi kepentingan pribadi.

Permintaan yang tinggi dari pasar gelap terkait trend peliharaan eksotis juga menjadi penyebab hampir punahnya beberapa spesies langka, yang salah satunya paling terdampak adalah spesies kucing besar.

Permintaan terhadap peliharaan eksotis oleh orang-orang kaya khususnya di wilayah teluk Arab, seperti UAE, Qatar dan Bahrain memang sudah menjadi rahasia umum, bagi mereka memiliki binatang 'langka dan buas' adalah salah satu cara untuk mempertahankan kehormatan diantara sesamanya.

Salah satu jenis kucing besar yang amat digemari oleh kalangan kaya disana adalah cheetah, hewan ini meskipun tergabung dalam keluarga kucing besar, namun memiliki badan yang tidak sebesar sepupu-sepupu jauhnya seperti singa dan harimau.

Dan besarnya permintaan pemeliharaan cheetah tersebut menjadi salah satu problem besar dalam konservasi populasi cheetah yang kini hanya tinggal kurang lebih 7000 ekor di alam liar.

Angka ini merupakan penurunan yang amat drastis dari beberapa dekade sebelumnya. Selain populasi, daya penyebaran populasi cheetah juga menurun.

Menurut Wildlife Conservation Society, cheetah kini di masa modern hanya menempati 9% dari wilayah penyebarannya sebelumnya yang membentang dari Afrika hingga Asia.

Sub spesies cheetah yakni Cheetah Asia yang kini hanya dapat ditemukan di India dan Iran diperkirakan hanya tersisa kurang lebih 50 individu.

Lebih dari setengah keseluruhan populasi cheetah hanya berada di negara-negara yang ada di Afrika Selatan. Sedangkan kebutuhan akan wilayah yang cukup luas menjadi tantangan konservasi yang signifikan.

Baca Juga: Indonesia Kehilangan 26 Badak Jawa Di Tangan Pemburu Liar, Terdapat Indikasi Oknum Orang Dalam

Seorang peneliti yang bertanggung jawab akan konservasi cheetah yakni Sarah Durant menyatakan bahwa kepribadian kucing besar ini yang sulit ditebak menyebabkan kesulitan memperoleh data untuk penelitian yang akurat.

Banyaknya rintangan yang harus dilalui para pelaku konservasi dan spesies ini untuk bertahan tetap eksis di bumi dikarenakan cheetah sudah menjadi salah satu spesies kucing besar yang memiliki kerentanan yang besar untuk punah.

Menurut The Zoological Society of London, cheetah kini sudah diklasifikasikan sebagai binatang yang hampir punah dan dilindungi dalam kategori Endangered yang sama tarafnya dengan Gajah Asia dan Harimau Asia.

Source: Nature Fest, National Institute of Health, International Fund for Animal Welfare

Editor : Baskoro Septiadi
#penurunan populasi signifikan #spesies kucing besar #penurunan populasi cheetah #data populasi cheetah #penurunan populasi kucing besar