RADARSEMARANG.ID - Kemenangan Donald Trump kembali sebagai presiden terpilih Amerika Serikat mengalahkan wakil presiden sebelumnya, Kamala Harris memang merupakan tema panas yang sedang disoroti oleh dunia.
Sebagai negara adidaya, pemilihan presiden Amerika Serikat selanjutnya bisa menentukan jalan dari keberlanjutan konflik yang sedang terjadi di dunia, bisa dibilang Amerika Serikat memiliki peran yang besar dalam hal tersebut.
Salah satunya adalah konflik Israel-Palestina yang makin memanas, dimana kini konflik tersebut turut menyeret negara lain seperti Iran dan Lebanon hingga berpotensi melahirkan perang lanjutan berskala besar.
Kebijakan pemerintahan sebelumnya yakni Joe Biden- Kamala Harris dianggap memperparah konflik tersebut dengan menggelontorkan sejumlah besar bantuan dana, senjata serta militer Amerika kedepan front untuk membantu Israel, sebagai sekutu Amerika Serikat.
Hal tersebut tersebut membuat warga Dearborn, Michigan yang hampir 50% warganya beragama Islam keturunan Arab balik arah mendukung Trump sebagai oposisi terhadap kebijakan oleh pemerintahan Biden.
Meskipun track record Trump memiliki celah dalam hubungan keberagaman masyarakat, dahulu Trump didukung oleh kalangan ultra-nasionalis yang rasis, namun dinilai lebih baik timbang kebijakan pro-Israel milik Joe Biden oleh masyarakat Dearborn.
Sebelum pemilihan umum yang dilaksanakan 6 November kemarin, Trump juga telah mengunjungi Dearborn untuk menyampaikan visi-misinya untuk Amerika kedepannya, termasuk hal sosial-ekonomi, termasuk konflik Palestina.
Warga Dearborn melihat hal ini sebagai harapan menghentikan penderitaan yang dialami saudara seimannya di Timur Tengah tersebut. Mereka juga tertarik dengan perubahan ekonomi yang akan dilakukan oleh Trump.
Menurut warga Dearborn, selain rasa simpati terhadap Palestina, Amerika harus membenahi kekurangan mereka di dalam dahulu, bukan malah memprioritaskan negara lain seperti yang dilakukan oleh Biden kepada Israel. Di Amerika sendiri masih banyak isu negatif yang belum tuntas diselesaikan dengan baik.
Komunitas Islam di Dearborn telah memiliki prinsip untuk bersatu melawan kebijakan Biden-Harris yang berkaitan dengan Israel, khususnya tentang genosida yang mereka lakukan di Palestina.
Hal lain yang membuat mereka balik arah mendukung Trump adalah bagaimana rasa kecewa mereka kepada Biden-Kamala tentang isu agenda LGBTQIA pada tahun 2022 yang secara eksplisit dimasukkan kedalam buku pelajaran anak-anak mereka.
Kedua hal sensitif ini mengakibatkan hilangnya kepercayaan sebagian besar muslim Dearborn kepada partai Democrat yang kini mengusung Kamala Harris-Waltz.
Baca Juga: Ini Dia Bintang Film Dewasa dan Mantan Model Playboy, Dua Wanita Penjerat Trump
Mereka kini secara terang-terangan mendukung partai Republican yang mengusung Trump, bahkan Mayor Hamtramck, Amer Ghalib; seorang mayor kota dan seorang muslim menyerukan agar warganya memilih Trump dalam Pemilu AS kali ini.
Hasilnya setelah dilakukan penghitungan suara semalam (6/11), Trump memenangkan Dearborn dengan suara sebanyak 42.48% unggul diatas Kamala yang memperoleh sebanyak 36.26%, sedangkan Jill Stein dari Green Party mendapatkan 18.37%.
Sebagai perbandingan, di Pemilu November 2020 silam, Trump hanya memperoleh 29.9% di Dearborn, sedangkan lawannya yakni Biden memperoleh 68.8% suara unggul jauh diatasnya.
Source: Dearborn Government, @dearborn (Instagram)
Editor : Baskoro Septiadi