Dalam video, Nina Agustina juga menyebut nama Lucky Hakim, lawannya di Pilkada Indramayu. Diduga, peristiwa itu terjadi di Desa Tegaltaman, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu pada Jumat (1/11/2024).
Nina tampak marah kepada seorang warga lantaran merasa terganggu dan diadang oleh warga yang mengacungkan simbol dua jari.
“Saya lewat baik-baik, kenapa kamu mencegat saya? Tadi semuanya mengacungkan jari angka dua, untuk apa?” kata Nina Agustina kepada warga dengan nada emosi.
Suasana semakin memanas ketika pengawal Nina yang berbadan tegap, mengelilingi salah satu warga. Peristiwa itu nyaris memicu bentrokan fisik.
Nina lantas menyampaikan pesan jika ada yang keberatan terhadap kepemimpinannya, dia bertanggung jawab. Tidak hanya itu. Nina juga mengancam akan melaporkan kejadian itu pada kapolres dengan menyebut bahwa dirinya diadang pendukung Lucky Hakim.
Baca Juga: Otak yang Diduga Pelindung Judol Ditangkap, Jam Tangannya Harga Fantastis, Sering Pergi Umroh
Nina meminta warga tersebut untuk menunjukkan KTP mereka, sambil menegaskan bahwa dia adalah anak Da’i Bachtiar.
"Saya anak Da'i Bachtiar," ujar Nina Agustina dengan suara tinggi.
Banyak yang mempertanyakan relevansi pernyataan tersebut dalam menghadapi situasi politik yang terjadi.
Kontroversi seputar Nina Agustina menunjukkan kompleksitas dari persaingan politik lokal di Indramayu, terutama dengan latar belakang keluarga dan pengaruh yang besar di belakangnya.
Baca Juga: Ini Dia Profil Simon Aloysius Mantiri yang Baru Saja Diangkat Jadi Dirut Pertamina
Lantas, siapa sosok Nina Agustina sebenarnya?
Nina Agustina Dai Bachtiar adalah Bupati Indramayu periode 2021-2024.
Di luar jabatannya sebagai pemimpin daerah, Nina dikenal publik melalui sejumlah kontroversi yang muncul sepanjang masa kepemimpinannya.
Sebagai putri sulung dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Dai Bachtiar, Nina membawa nama besar keluarganya ke dunia politik dan menjadi kader PDIP.
Lahir pada 17 Agustus 1973, Nina memiliki latar belakang yang kuat di bidang pendidikan dan bisnis.
Nina Agustina menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Universitas Negeri Veteran Jakarta, dan berkarier di dunia bisnis sebelum akhirnya menduduki jabatan Bupati Indramayu.
Sebagai pengusaha, Nina mengelola beberapa perusahaan seperti CV Dinda Abadi dan PT Delta Buana Pratama.
Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi seperti Yayasan Dai An Nur di Indramayu, yang semakin memperluas jaringan dan pengaruhnya di masyarakat.
Namun, perjalanan Nina sebagai Bupati Indramayu bukan tanpa tantangan.
Nina Agustina sempat bersitegang dengan mantan Wakil Bupati Lucky Hakim, aktor terkenal yang beralih ke politik.
Sejak awal masa jabatan mereka pada 2021, hubungan kerja Nina dan Lucky terus menjadi sorotan.
Ketidakcocokan dalam menjalankan pemerintahan menyebabkan ketegangan antara keduanya dan menarik perhatian DPRD Indramayu, yang pada awal 2022 mengajukan hak interpelasi untuk memeriksa kepemimpinan Nina.
Salah satu isu yang mencuat adalah pengabaian peran Wakil Bupati, termasuk penghapusan foto Lucky dari kantor-kantor pemerintahan dan ketidakhadirannya dalam berbagai kegiatan resmi.
Ketegangan yang berlarut ini akhirnya mendorong Lucky Hakim untuk mengundurkan diri pada Februari 2023.
Meski Nina menegaskan bahwa hubungannya dengan Lucky baik-baik saja, ia mengakui bahwa komunikasi antara mereka terputus sejak hak interpelasi.
Memasuki Pilkada Indramayu 2024, situasi politik semakin memanas dengan Nina dan Lucky kembali bersaing memperebutkan kursi Bupati.
Persaingan ini baru-baru ini memicu insiden viral, ketika Nina turun dari mobilnya untuk menghadapi provokasi sejumlah warga pendukung Lucky di Kecamatan Sukra.
Dalam video yang beredar di TikTok, Nina terlihat bereaksi keras dan bahkan mengancam untuk melaporkan warga yang menghadangnya.
“Sekarang saya lewat baik-baik, kenapa kamu mencegat saya. Saya sampaikan ke Kapolres Indramayu, saya dicegat sama orangnya Lucky Hakim,” ujar Nina dalam video tersebut.
Ia juga memperkenalkan dirinya sebagai “anak Da’i Bachtiar,” yang kemudian memicu beragam reaksi publik.
Banyak yang mempertanyakan relevansi pernyataan tersebut dalam menghadapi situasi politik yang terjadi.
Kontroversi seputar Nina Agustina menunjukkan kompleksitas dari persaingan politik lokal di Indramayu, terutama dengan latar belakang keluarga dan pengaruh yang besar di belakangnya. (isk)
Editor : Iskandar