RADARSEMARANG.ID - Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Pada hari tersebut, para pemuda dari berbagai suku di Indonesia berkumpul di Kongres Pemuda II dan mengikrarkan diri sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air—Indonesia.
Momen bersejarah ini menjadi simbol persatuan dan kebangkitan nasional yang menginspirasi perjuangan menuju kemerdekaan.
Dilansir dari Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur, berikut adalah profil singkat 13 tokoh penting yang berperan dalam suksesnya Kongres Pemuda II hingga melahirkan Sumpah Pemuda 96 tahun yang lalu:
1. Soegondo Djojopoespito
Sebagai ketua panitia Kongres Pemuda II, Soegondo Djojopoespito lahir di Tuban, Jawa Timur, pada 22 Februari 1905. Ia merupakan aktivis pendidikan yang pernah tinggal di rumah Ki Hajar Dewantara dan HOS Tjokroaminoto selama masa pendidikannya. Soegondo wafat pada usia 73 tahun di Yogyakarta pada 23 April 1978.
2. Soenario Sastrowardoyo
Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 28 Agustus 1902, Soenario Sastrowardoyo adalah penasihat panitia Kongres Pemuda II. Ia dikenal sebagai salah satu pencetus Manifesto 1925 dan tokoh penting dalam Perhimpunan Indonesia di Belanda bersama Mohammad Hatta. Soenario adalah pengacara yang gigih membela aktivis pergerakan. Ia meninggal dunia pada 17 Mei 1997 di Jakarta.
3. Johannes Leimena
Johannes Leimena, kelahiran Ambon pada 1905, adalah anggota Jong Ambon yang turut berperan dalam Kongres Pemuda II. Ia kemudian dikenal sebagai menteri paling lama di pemerintahan Presiden Soekarno, menjabat selama 20 tahun tanpa terputus. Leimena juga pernah menjadi anggota DPR dan Konstituante serta dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
4. Djoko Marsaid
Djoko Marsaid, ketua Jong Java, menjadi wakil ketua Kongres Pemuda II. Kiprahnya sebagai pemuda pergerakan turut memperkuat jalannya kongres yang menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda.
5. Muhammad Yamin
Muhammad Yamin lahir pada 24 Agustus 1903 di Sawahlunto, Sumatera Barat. Ia dikenal sebagai sastrawan, sejarawan, dan ahli hukum yang berpengaruh.
Selain itu, Yamin adalah salah satu perintis puisi modern Indonesia dan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional atas kontribusinya terhadap bangsa.
6. Amir Sjarifoeddin Harahap
Lahir di Medan pada 17 April 1907, Amir Sjarifoeddin dikenal sebagai politikus sosialis dan menteri pada beberapa kabinet di masa awal kemerdekaan. Sayangnya, Amir Sjarifoeddin dieksekusi pada 19 Desember 1948 karena keterlibatannya dalam pemberontakan PKI Madiun.
7. WR Supratman
Wage Rudolf Supratman adalah pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya" yang pertama kali dimainkan di penutupan Kongres Pemuda II. Lahir di Purworejo pada 9 Maret 1903, WR Supratman wafat pada 17 Agustus 1938 dan dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional.
8. Sarmidi Mangoensarkoro
Lahir pada 23 Mei 1904 di Surakarta, Sarmidi Mangoensarkoro adalah tokoh yang menyampaikan pentingnya pendidikan bagi bangsa dalam Kongres Pemuda II. Ia kemudian dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada 1949-1950.
9. Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, tokoh yang lahir di Cepu pada 7 Januari 1905, turut berperan dalam penyusunan naskah Sumpah Pemuda. Namun, setelah kemerdekaan, ia memimpin gerakan Darul Islam yang bertujuan mendirikan negara Islam di Indonesia. Ia dieksekusi mati pada 5 September 1962 karena pemberontakan tersebut.
10. Kasman Singodimedjo
Kasman Singodimedjo lahir di Purworejo pada 25 Februari 1904 dan terlibat sebagai wakil Jong Islamieten Bond dalam Kongres Pemuda II. Setelah kemerdekaan, Kasman pernah menjabat sebagai Jaksa Agung dan Ketua KNIP. Ia wafat pada 25 Oktober 1982 dan mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 2018.
11. Mohammad Roem
Mohammad Roem adalah aktivis pergerakan yang lahir pada 16 Mei 1908 di Temanggung, Jawa Tengah. Ia aktif dalam beberapa organisasi pemuda dan dikenal sebagai diplomat ulung yang terlibat dalam negosiasi penting melawan Belanda.
12. Adnan Kapau Gani
Adnan Kapau Gani adalah aktivis dari Palembang, Sumatra Selatan, yang aktif di Jong Sumatra Bond. Ia berperan penting dalam Kongres Pemuda II dan kemudian menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dalam beberapa kabinet di awal kemerdekaan.
13. Sie Kong Liong
Sie Kong Liong adalah pemuda keturunan Tionghoa yang lahir pada 3 Januari 1878. Ia memberikan rumahnya di Jalan Kramat Raya 106 sebagai tempat penyelenggaraan Kongres Pemuda II. Rumah tersebut kini menjadi Museum Sumpah Pemuda, sebagai penghormatan atas kontribusinya.
Ke-13 tokoh ini, dengan latar belakang yang beragam, memiliki satu tujuan yang sama: mewujudkan persatuan Indonesia. Mereka adalah pahlawan bangsa yang menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga dan memperjuangkan semangat kebangsaan serta persatuan yang termaktub dalam Sumpah Pemuda.