RADARSEMARANG.ID - Kasus kekerasan mantan karyawan Brandoville Studios yang melibatkan Cherry Lai, telah mengejutkan publik.
Istri CEO Brandoville Studios Ken Lai tersebut diduga melakukan berbagai bentuk kekerasan terhadap mantan karyawannya, Christa Sydney.
Tak hanya Christa saja yang mendapatkan perlakuan kekerasan, bahkan mantan karyawan Brandoville lainnya juga pernah mendapatkan Physical Abuse serupa.
Terpantau dari media sosial X, banyak teman-teman Christa yang mengungkap bukti kekerasan Cherry Lai terhadap mantan karyawannya.
Christa Sydney, mantan Assistant Creative Director di Brandoville Studios, mengklaim bahwa Cherry Lai melakukan kekerasan fisik dan emosional terhadapnya.
Tuduhan ini mencakup pemukulan, ancaman pembunuhan, eksploitasi pekerja dan Physical Abuse lainnya.
Salah seorang netizen @Nutritsari mengatakan “Dan ini cuma Christa, belum yang lain”.
“Ada ibu hamil yang sampe pendarahan, melahirkan prematur, saat anaknya meninggal dimarahi dan diancam Cherry Lai karena tidak kerja,” sambungnya.
Sementara menurut akun @Dyanasthasia, berikut ini tindakan kekerasan yang menimpa Christa saat bekerja di Brandonville oleh Cherry Lai.
Physical Abuse:
- Disuruh nampar dirinya sendiri 100x
- Ditampar di depan umum
- Diseret rambutnya
- Dipaksa jedotin kepalanya di tembok sampai kena tinnitus
- Dipaksa kerja dalam keadaan sakit parah
- Dihukum lari bolak-balik dan berdiri berjam-jam di lorong
- Dipaksa kerja dalam keadaan sakit keras
- Diancam dipecat kalau sampai ambil sick leave
- Dipaksa kerja 4 hari tanpa tidur sama sekali sampai kaki + badannya bengkak dan kehilangan suara
- Dipaksa 'mengaku' ke semua orang bahwa rasa sakitnya itu bohong
- Dipaksa masuk kerja jam 5 pagi dan pulang malam buta
- Dihukum kalau telat membalas pesan lebih dari 2 menit
- Dipaksa melepas alat support yang harus dia kenakan saat sakit.
- Dipaksa bekerja berbulan-bulan dengan tidur hanya 1-2 jam hingga kaki dan tangan hilang rasa.
Financial Abuse
- Dipaksa minjem duit hingga 20 juta ke pinjol untuk expenses pribadi Cherry Lai (tidak pernah diganti)
- Gaji ditahan berbulan-bulan + dikorup
- Disuruh ngescam duit keluarga sendiri hingga 150juta
- Dipaksa menggunakan duit pribadi untuk expenses Cherry.
- Dipaksa untuk membayar benda luxury Cherry hingga puluhan juta rupiah
- Dipaksa membayar 'denda telat datang kantor' sebesar 3 juta rupiah.
- Dipaksa mencari kerjaan lain diluar Brandonville untuk cari uang 'tambahan' tapi tetap bekerja untuk project Brandonville tanpa dibayar.
- Tidak mendapat libur di tanggal merah seperti hari idul fitri, paskah, dan natal.
- Dipecat tanpa kompensasi
- Dituduh mencuri dari perusahaan, padahal yang 'dicuri' adalah duit yang diminta paksa oleh Cherry untuk asuransi suaminya
- Dipecat tanpa kompensasi
- Disuruh membayar hutang-hutang 'palsu'
- Dipaksa bekerja fulltime dengan gaji intern 1.5 juta.
Mental Abuse:
- Disuruh mengirim foto outfitnya tiap hari supaya bisa dihina-hina Cherry
- Dipanggil 'slut' dan 'male-attention whore'
- Dihina gendut dan jelek didepan semua orang
- Dilarang memakai baju-baju tertentu karena dianggap terlalu 'gendut' dan 'jelek'
- Diadu domba dengan seluruh kantor
- Dipaksa melaporkan semua gosip dan berita sekecil apapun di antara teman-temannya ke Cherry
- Dilarang berbicara dengan semua kolega kantor dan dihukum kalau ketahuan berbicara
- Dipaksa ngekost dekat dengan kantor supaya bisa available untuk Cherry 24 jam
- Disuruh bangun tengah malam hanya untuk urusan pribadi Cherry (seperti mengantar coca cola ke rumahnya)
- Dipaksa pindah tanpa memberi tahu keluarga dan cut off semua komunikasi dengan keluarga.
- Dihukum apabila bertemu dengan keluarga
- Dituduh 'mencuri' barang-barang Cherry padahal Cherry yang request agar barang-barang itu disimpan.
- Mengirim Jeremy (staff lain) untuk mengancam Christa karena tidak mengangkat telepon
- Mengirim death threats.
"Mohon dukungannya kepada Christa Sydney dan jangan biarkan Cherry Lai dan Ken Lai membuka bisnis APAPUN lagi. Mereka seharusnya dipenjara," tulis @Dyanasthasia.
Tak segan-segan, warganet pun meresponnya dengan berbagai fakta kekerasan Brandoville Studios dan kecaman kepada Cherry Lai.
"Btw ini akhirnya ada yg speak up, tmn kaka gw kerja disini, udh resign tahun lalu. dan yes aslinya lebih parah lg dari ini, bahkan bisa banting2 barang employee nya. sick," tulis @copuco_.
@sheetarincha mengatakan "Gw dulu pernah kerja disini di tahun 2020 akhir sampai 2021 akhir juga. Semua fakta yg di ceritakan oleh writer beneran terjadi. Saya juga pernah menyaksikan writer tersebut dimarahi dan dibentak didepan kami semua".
Dari akun @alisonk0kane menyampaikan "Kepada semua orang (secara lisan) terutama mereka yang bekerja dekat dengannya! (Saya mantan karyawan) Secara fisik saya tidak yakin apakah ada orang lain yang menargetkan".
Menurut @Dyanasthasia, semua yang resign dari Brandonville diteror sama Cherry sampe kerumah.
“Terus khusus Christa, she got deprived from sleep, eating, dan diputus hubungan sama semua orang sekitarnya. Menurut kamu orang yang ada di situasi itu bisa ngumpulin bukti komprehensif kah?,” tegas @Dyanasthasia
“Biadab bner orang kek giniii,” tulis akun @Bapack_pack.
“Nangis gw buka Gdrivenya. Sakit banget, harus dihukum itu si Cherry Lai,” tulis @prastikodesu.
Editor : Baskoro Septiadi