Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dua Tahun Meninggalnya ASN Semarang Iwan Boedi Pembunuh Belum Terungkap, Aksi Solidaritas Desak Kapolda Baru Tuntaskan Kasus

Ida Fadilah • Jumat, 23 Agustus 2024 | 05:10 WIB

 

 

Aksi solidaritas menggelar teatrikal menuntut kasus meninggalnya ASN Pemkot Semarang Iwan Boedi ASN terungkap di halaman kantor Polda Jateng, Kamis (22/8/2024).
Aksi solidaritas menggelar teatrikal menuntut kasus meninggalnya ASN Pemkot Semarang Iwan Boedi ASN terungkap di halaman kantor Polda Jateng, Kamis (22/8/2024).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Belum terungkapnya pelaku pembunuh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang, Iwan Boedi Paulus, membuat aktivis mendesak penegak hukum dalam hal ini Polda Jawa Tengah untuk mengusut tuntas.

Aksi solidaritas ini kembali dilakukan memperingati dua tahun menghilangnya Iwan secara misterius.

 Baca Juga: Massa Tuntut Polda Selesaikan Kasus Pembunuhan Pegawai Bapenda Semarang Iwan Boedi

Aksi dilakukan dengan berjalan membawa spanduk di Jalan Pahlawan dari depan Kantor Kejati Jateng menuju depan Kantor Polda Jateng.

Masyarakat dari berbagai kelompok ini juga membuat replika peti mati dengan nisan bertuliskan "RIP Keadilan", tabur bunga, serta membawa figura foto korban. Selain seruan aksi, mereka juga memperagakan teatrikal ketidakdilan.

Adik korban, Didi Prasetyo yang turut hadir menyatakan dari pihak keluarga mengakui kasus ini terdapat benturan yang luar biasa.

"Kelurga berharap pihak aparat lebih berani," katanya, Kamis (22/8/2024).

 Baca Juga: Setahun Berlalu Pembunuhan Iwan Boedi Belum Terungkap, Jalak akan Gelar Aksi Damai dan Jalan ke Polda Jateng

Ia menuturkan saat ini kondisi keluarga sudah baik dan sudah bisa menenangkan diri. Ia bersama-sama keluarga senantiasa bersatu agar tetap kuat.

Sementara itu, Kuasa Hukum keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan menyatakan perkembangan terakhir dari kasus ini bidang pengawas penyidikan sedang mengevaluasi seluruh kinerja penyidikan selama 2 tahun ini.

Ia menyebut kemungkinan dalam waktu dekat akan ada pemeriksaan.

Namun atas informasi itu, menurutnya akan ada atensi dan petunjuk dari penyidik Polda Jateng, pasalnya penyelidikan ini dilakukan oleh Polrestabes namun mengalami benturan.

Yas, sapaan akrabnya menyebut upaya pencarian pelaku telah dilakukan, seperti pelacakan IT namun informasinya belum ada petunjuk berupa percakapan ataupun suatu tanda-tanda dengan siapa korban ini berkomunikasi.

"Mereka sudah memakai IT dari polres termasuk dari densus juga. Pemeriksaan saksi selanjutnya nanti masih menunggu petunjuk. Tapi yang jelas ada respon-respon dari Jakarta," kata dia.

 Baca Juga: Diduga Melibatkan Orang Kuat, Kasus Pembunuhan ASN Bapenda Iwan Boedi

Respon yang dimaksud di antaranya, pada tanggal 8 Agustus dari Kantor Presiden bersurat ke Kapolda dan meminta kejelasan kasus ini.

"Sekneg meminta kapolda baru Pak Ribut supaya dia memberi atensi secara khusus kasus ini. Kita pun berharap kapolda baru dapat menuntaskan kasus ini. Aksi ini kan PR besar bagi polda," tegasnya. 

Sebelumnya, lanjutnya, Sekretariat Negara pada tanggal 23 Juli juga mendatangi kantor polisi tersebut, kemudian Kompolnas dan Komnasham juga menanyakan kasus ini.

Menurutnya memang dari berbagai institusi pusat sudah melibatkan diri dalam kasus ini. Hanya saja yang disayangkan kasus ini susah terungkap.

"Cuma uniknya kasus ini susah. Umumnya di Semarang kasus pembunuhan tidak ada 5 hari ketangkep. Kenapa kok kasus ini sampai bertele-tele begini. Dan atensi-atensi dari pusat sudah bolak balik kesini tapi juga uniknya kok tidak terungkap juga. Apapun itu, kelihaian dari pelaku yang sangat rapi itu atau ada keterlibatan orang berpower yang menghambat ini," tandasnya.

 Baca Juga: Kompolnas Turun Tangan Atasi Kasus Pembunuhan ASN Bapenda Iwan Boedi

Kendati demikian, Yas mengharapkan kasus ini terungkap dan diadili supaya keluarga dan mendiang Iwan Boedi mendapatkan keadilan mengingat kekejiannya itu mengerikan.

Ia mendesak agar segera dituntaskan, pasalnya jika berlarut-larut maka asumsi juga akan semakin liar. (ifa/mg10/mg11/bas)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#iwan boedi paulus #Pembunuhan ASN Semarang