RADARSEMARANG.ID – Aulia Risma Lestari ditemukan meninggal di sebuah indekos di Lempongsari, Kota Semarang, Senin (12/8/2024) sekitar pukul 23.00 WIB.
Dokter muda tersebut masih berusia 30 tahun diduga bunuh diri.
Dokter Aulia Risma Lestari yang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Universitas Diponegoro ini diketahui bunuh diri dengan menyuntikkan obat penenang.
Muncul spekulasi jika meninggalnya Dokter Aulia Risma Lestari juga disebabkan adanya tekanan dari kerja serta adanya unsur perundungan.
Berikut Sederet fakta yang berhasil di rangkum:
1. Korban pertama ditemukan oleh sang kekasih dan ibu kos.
2. Saat itu, kekasih korban yang enggan menyebutkan Namanya merasa cemas lantaran korban tidak bisa dihubungi.
Bahkan, sang kekasih meminta bantuan temannya yang ada di Semarang untuk memeriksa di kos korban yang berada di Tembalang. Sayangnya, korban tidak berada di kos di Tembalang.
3. Karena tidak ada di Tembalang, kekasih korban menuju ke kos Lempongsari, ternyata korban berada di kos Lempongsari dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
4. Saat ditemukan, kamar kos Aulia Risma Lestari terkunci dari dalam. Kekasihnya dan ibu kos berusaha membuka pintu dengan kunci cadangan, tetapi tidak berhasil. Akhirnya memanggil tukang kunci untuk membukanya.
5. Setelah pintu dibuka, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dan mereka segera melaporkannya ke polisi.
6. Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Agus Hartono, mengungkapkan bahwa dari hasil penyelidikan awal, korban diduga menyuntikkan obat penenang ke tubuhnya. Informasi ini diperoleh dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan dokter.
7. Obat yang ditemukan adalah jenis pelemas otot yang biasanya diberikan melalui infus.
8. Ditemukannya buku curhatan Aulia Risma Lestari yang ditemukan di dalam kamar kos korban. Buku itu berisikan curhatan Aulia Risma Lestari yang mengeluhkan beratnya menjalani Pendidikan spesialis serta permasalahan dengan beberapa seniornya di rumah sakit.
9. Konfirmasi dari ibunda Aulia Risma Lestari mengejutkan banyak pihak. Ternyata, benar bahwa putrinya pernah curhat tentang keinginannya untuk berhenti dari program karena tekanan yang dialami, termasuk dari para senior.
10. Akibat kejadian bunuh diri yang dialami oleh Aulia Risma Lestari . Akhirnya, Kemenkes bereaksi keras dengan adanya kejadian ini menjadi perhatian serius dari Kemenkes dan untuk sementara menghentikan program studi anestesi di RSUP dr. Kariadi Semarang sampai investigasi lebih lanjut.
11. Pihak kampus Aulia Risma Lestari bernaung berbeda, dari informasi yang didapat, jika Rektor Undip Suharnomo mengatakan Aulia Risma tidak mendapatkan perundungan selama menempuh Pendidikan.
12. Bahkan, Suharmono menilai Aulia Risma Lestari sempat ingin mengundurkan diri. Namun diurungkan karena berkaitan dengan penerima beasiswa.
13. Tak hanya itu saja, dari Fakultas Kedokteran (FK) Undip pun sudah menerapkan Gerakan zero bullying dan sudah ada tim pecegahan dan penanganan perundungan dan kekerasan seksual di FK Undip sejak 1 Agustus 2023.
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit.
Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat. (dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi