RADARSEMARANG.ID - Jalur Kereta Api Gambringan-Gundih merupakan jalur sepanjang 10 kilometer yang masuk di wilayah Kabupaten Grobogan.
Sesuai dengan namanya rute jalur kereta api ini mengubungkan antara Stasiun Gambringan menuju Stasiun Gundih.
Lintasan pendek ini merupakan sebuah cabang atau shorcut yang menghubungkan 2 jalur kereta api utama di Jawa.
Menghubungkan jalur lintas Utara Jakarta - Surabaya dengan Lintas Tengah antara Semarang - Solo menuju Yogyakarta atau Surabaya.
Namun kondisi jalur ini terlihat mati suri karena dalam sejarahnya hanya sedikit kereta api yang melintasinya.
Terakhir tercatat hanya ada kereta api Sancaka Utara yang berjalan reguler pada jalur ini.
Sancaka Utara sendiri melayani rute Kutoarjo-Surabaya via Solo-Gundih-Gambringan.
Kereta api ini dioperasikan mulai 1 Desember 2019, namun umurnya tak bertahan lama usai terakhir beroperasi resmi pada 31 Maret 2020.
Saat itu layanan dihentikan sebagai bagian dari upaya pencegahan pandemi yang saat itu terjadi.
Usai pandemi mereda kereta api Sancaka Utara tak juga kembali ke lintasan hingga akhirnya resmi dihapus dari jadwal pada 1 Juni 2023.
Dihapusnya Sancaka Utara juga menjadi kesekian kali mati surinya jalur Gambringan - Gundih.
Sebelum adanya Kereta Api Sancaka Utara, jalur ini juga sempat digunakan untuk kereta api angkutan BBM Cepu - Rewulu, Namun operasinya dihentikan pada tahun 2010.
Meskipun menjadi jalur mati suri, namun rel di lintasan ini masih terlihat terawat dan dalam kondisi siap digunakan.
Selain itu jalur ini juga menjadi lintasan darurat saat terjadi gangguan pada jalur lainnya seperti Brumbung - Gundih.
Seperti pada Februari 2018 lalu setelah petak antara Gundih dan Karangsono longsor akibat hujan deras yang melanda daerah tersebut.
Perjalanan yang dialihkan diantaranya adalah Brantas, Matarmaja, Kalijaga, Majapahit, dan KA angkutan semen.
Editor : Baskoro Septiadi