RADARSEMARANG.ID - Kapten tim senam Jepang, Shoko Miyata, batal menunjukkan aksinya di Olimpiade Paris 2024.
Atlet berusia 19 tahun itu dikeluarkan karena mengaku merokok dan meminum alkohol di tengah-tengah persiapannya berlaga dalam ajang olahraga internasional tersebut.
Pada Senin (15/7), Asosiasi Senam Jepang (JGA) mendapatkan laporan bahwa Miyata kedapatan merokok dan mengonsumsi minuman keras ketika sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Monako.
Setelah menerima informasi tersebut, JGA buru-buru melakukan investigasi.
Ketika dilakukan penyelidikan, Miyata pun membenarkan adanya perbuatan itu.
Akibatnya, ia dipulangkan ke Jepang dari Monako pada Rabu (17/7).
Sehari setelahnya, atlet yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Juntendo itu pun memberikan keterangan lanjutan kepada pihak JGA.
Ia mengatakan bahwa dirinya merokok dan minum alkohol di Pusat Pelatihan Nasional di Tokyo sejak akhir Juni dan Juli 2024.
Tindakan tersebut sangat bertentangan dengan kode etik yang sudah ditetapkan oleh JGA.
Kode etik tersebut menyatakan bahwa para atlet dilarang keras untuk merokok dan minum alkohol selama aktivitas TC bahkan jika atletnya sudah berusia 20 tahun atau lebih, usia merokok dan minum yang dilegalkan di Jepang.
Ketua JGA, Tadashi Fujita, kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait kasus Miyata.
Ia merasa teledor dalam mengawasi sang atlet yang sudah dipersiapkan untuk tampil dalam Olimpiade Paris 2024 tersebut.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena sudah menyebabkan banyak masalah bagi banyak orang terkait permasalahan Miyata. Saya sangat menyesal,” ujarnya pada Minggu (21/7).
Diketahui alasan Miyata melanggar kode etik adalah karena merasa tertekan jelang penampilannya dalam ajang Olimpiade Paris 2024.
Atlet senam cadangan Jepang, Aiko Sugihara, pun dipertimbangkan sebagai pengganti.
Namun, hingga saat ini JGA belum mengambil keputusan lanjutan karena pengganti digunakan untuk atlet yang mengalami cedera.
Editor : Baskoro Septiadi