RADARSEMARANG.ID - Kericuhan dalam gelaran konser kembali terjadi, kali ini terjadi di acara Lentera Festival Tangerang.
Tak hanya kericuhan, penonton pada acara ini juga membakar panggung yang menjadi tempat konser tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu malam (23/6) dimana para penonton yang hadir terlihat marah hingga terjadi kericuhan yang berakhir dengan pembakaran panggung.
Setelah ditelusuri, ternyata kronologi dan penyebab kerusuhan pada konser ini adalah batal tampilnya grup musik NDX AKA dan Guyon Waton.
Pembatalan konser tersebut terjadi karena kekacauan manajemen panitia penyelenggara.
Diketahui sampai hari H ternyata honor manggung gagal dilunasi oleh panitia karena baru dibayar 50 persen.
Hingga akhirnya perwakilan NDX AKA dan Guyon Waton naik ke panggung dan menjelaskan ke penonton jika mereka batal tampil akibat masalah masalah pembayaran tersebut.
Selain itu penyewaan alat pendukung konser seperti sound dan panggung juga belum dibayar oleh panitia penyelenggara.
Pihak grup musik yang sudah melakukan check sound di sore harinya, namun karena belum dibayar akhirnya vendor pendukung mematikan sound jelang acara.
Akibatnya penonton yang sudah terlanjur datang ke lokasi merasa kecewa dan marah, akibatnya terjadi kericuhan.
Suasana dilokasi juga gelap akibat listrik yang dipadamkan oleh vendor, akibatnya kerusuhan tak terhindarkan.
Terjadilah aksi pembakaran dan perusakan properti panggung sebagai pelampiasan kekecewaan mereka.
Diketahui penonton dikenakan tiket dengan harga Rp135 ribu yang sudah dijual oleh panitia sejak jauh-jauh hari.
Pasca batalnya konser ini, pihak panitia melalui akun Instagram @lentera.festival akhirnya mengeluarkan surat pernyataan.
Surat tersebut memuat pernyataan yang dibuat dan ditandatangan oleh Ketua Pelaksana Konser Lentera Festival, Muhammad Dwi Permana.
Menyatakan bertanggung jawab kapada pihak panitia karena tidak bisa membayar penuh atas artis yang diundang di konser ini.
Dalam surat pernyataan tersebut pihak Dwi Permana menyatakan siap atas konsekuensi NDX AKA dan Guyon Waton batal tampil jika biaya honor mereka belum dilunasi.
Editor : Baskoro Septiadi