RADARSEMARANG.ID - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan tanggapan terkait Tapera.
Program Tapera atau Tabungan Perumahan Rakyat menjadi sorotan publik lantaran adanya potongan gaji 3 persen untuk iuran Tapera.
Melalui video yang beredar di media sosial, Menteri PUPR yang akrab di panggil Pak Bas ini, membuka suara terkait Tapera saat ditanya awak media.
Dalam video tersebut, Pak Bas menyampaikan bahwa, iuran Tapera untuk pembiayaan anggota dalam membeli rumah.
Menurut Pak Bas, gaji pekerja yang dipotong untuk iuran Tapera tidak hilang, melainkan menjadi tabungan untuk mendapatkan bantuan membanguan rumah.
“Tapera itu memang tabungan, bukan dipotong terus hilang. Itu tabungannya anggota, untuk nanti dia mendapatkan bantuan untuk bangun rumah,” kata Pak Bas dalam video tersebut.
Saat ditanya awak media mengenai manfaat Tapera bagi pegawai swasta, Pak Bas hanya menjelaskan untuk membeli rumah.
Pak Bas kemudian mendapat pertanyaan lain dari awak media yang menyebutkan bahwa, “Kalau diwajibkan, yang sudah punya rumah atau KPR bagaimana nasibnya? apakah dipotong juga?”.
Deang sedikit senyuman Pak Bas menjawab “Nah itu saya gak ngerti, nanti saya tanya ke BP Tapera”.
Jawaban dari Menteri Basuki ini sontak mendapatkan berbagai respon dari netizen dengan beragam komentar.
Sebagian besar komentar netizen masih merasa khawatir dengan adanya potongan gaji ini sebesar 3 persen dari program Tapera.
Netizen @dyta**** berkomentar “Siapa punya ide tapera ...?? amatir sekali sosialisasinya sehingga level mentripun tidak bisa jawab”.
“Para menteri dan Presiden @jokowi apa gak pernah dengar program KPR dari bank-bank Pemerintah dan bank swasta? Bunganya rendah dan cicilannya juga bisa sampai 15 tahun. Kan seperti bertrabrakan programnya,” tulis netizen @edth*****.
Menurut netizen @TunggalW*******, program Tapera ini sudah lama dijalankan, namun ibunya yang pensiunan guru dipaksa ikut, dan gajinya langsung dipotong sama bank BTN.
“Ini program lama, emakku yang pensiunan guru juga dipaksa ikut program ini, langsung dipotong sma bank BTN,” ucap @TunggalW*****.
Netizen tersebut mengungkapkan bahwa, sampai sekarang belum mendapatkan rumah, meski sempat diurus ayahnya, namun ribet.
“Sampai sekarang itu rumah gk dapet-dapet. Sudah pernah diurus bapak tapi dipingpong bertahun-tahun. Akhirnya ya sudahlah,” ungkapnya.
Editor : Baskoro Septiadi