RADARSEMARANG.ID - Sebanyak sembilan daerah di Jawa Tengah berstatus tanggap darurat.
Diantaranya Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Kesiapan dan Penanganan Bencana di Wilayah Jateng.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung B Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin (18/3).
Pihaknya menyebut melalui rakor ini, BNPB, Pemprov Jateng, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, dan Polri bersinergi bersama untuk menangani bencana serta melakukan upaya pencegahan.
Sesuai dengan arahan BMKG, kata dia, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Cara ini digunakan untuk mengurangi intensitas hujan. Sehingga hujan deras diharapkan tidak lagi melanda wilayah tersebut.
"Kita sudah mendapat arahan dari BMKG dan sudah menggelar TMC," jelas Suharyanto.
TMC telah berlangsung mulai Sabtu 16 Maret 2024 lalu. Setiap harinya BNPB melaksanakan tiga kali penerbangan untuk menabur garam.
Setiap terbangnya menabur satu ton bahan semai. Targetnya operasi TMC ini akan dilaksanakan sampai 20 Maret 2024 mendatang.
"Hasilnya sudah terlihat, beberapa hari ini hujannya relatif kecil. Sekali terbang 1 ton bahan semai, dengan kasarnya kalau disebar garamnya itu kalau awan terbentuk di Demak jadi awannya ke tengah laut," tegasnya.
Kendati demikian apabila kondisi belum stabil. Suharyanto mengaku bakal memperpanjang operasi TMC. Setidaknya sampai tanggul di Demak selesai diperbaiki.
"Akan kita laksankana sampai 20 Maret 2023. Kalau memang harus diperpanjang maka akan perpanjang. Khsusunya sampai tanggul tertutup. Karena kalau tanggul belum tertutup lalu hujan deras dari hulu ya sama saja," imbuhnya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah prioritas dalam operasi TMC.
Khusunya di wilayah Demak dan Kota Semarang yang masih terendam banjir.
"Kita prioritaskan di sini Jateng, Demak dan Semarang," jelasnya.
Sementara Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengapresiasi bantuan dari Pemerinrah Pusat di Jawa Tengah.
Menurutnya TMC ini efektif dijalankan di Jateng. Sehingga beberapa wilayah yang tergenang air sudah mulai surut.
"TMC tetap dilakukan dalam rangka merekayasa cuaca. Tapi kami kesiapsiagaan dan tentunya masalah kesiapan bantuan-bantuan masyarakat," ungkapnya. (kap/bas)
Editor : Baskoro Septiadi