RADARSEMARANG.ID - Situasi di negara Meksiko belum lama ini dikabarkan semakin memanas yang diduga akibat ulah kartel narkoba.
Berdasarkan informasi yang diterima, kartel narkoba ini mengklaim telah menguasai situs peninggalan suku Maya yang bersejarah dan berharga di Meksiko.
Situs-situs Maya itu dikabarkan terancam oleh keberadaan kartel narkoba yang diketahui beroperasi di wilayah perbatasan Guatemala.
Dugaan sementara, mereka menggunakan situs Maya tersebut sebagai tempat bersembunyi, menyimpan barang bukti, dan melakukan transaksi narkoba.
Beberapa situs Maya dilaporkan tidak dapat dikunjungi oleh wisatawan setelah diketahui adanya tindak kekerasan, dan masalah lainnya yang dikendalikan oleh kartel.
Menurut laporan, dua situs Maya yang sudah dikuasai oleh kartel narkoba adalah Yaxchilan dan Tonina.
Di situs Yaxchilan, wisatawan yang datang ke situs itu dikabarkan mengalami kekerasan, seperti penculikan, pemerasan, dan penembakan.
Sementara di Tonina, warga sekitar terlibat sengketa kepemilikan tanah dengan kartel narkoba yang mengklaim memiliki hak atas situs tersebut.
Diketahui salah satu pemandu wisata mengungkapkan situasi mencekam di situs Maya tersebut.
Menurut dia, ada orang-orang bersenjata sering berbaris menuju Bonampak, sebuah situs Maya yang identik dengan keindahan muralnya
Meski demikian, Pemerintah Meksiko membantah bahwa situs arkeologi tersebut masih tetap aman dari bahaya penyelundupan narkoba.
Namun begitu, pernyataan pemerintah tersebut diragukan oleh para ahli sejarah yang memprediksi kartel narkoba berisiko menguasai warisan suku Maya.
Sementara itu, seorang pria yang diduga salah satu pentolan kartel narkoba ditangkap oleh polisi di Terminal Nganjuk, Jawa Timur.
Pria itu bernama Roberto Sicarios Valdes, yang diketahui telah melakuan tembakan beruntun ke tubuh geng Turki di Villa Palm, Mengwi Badung, Bali.
Dikutip dari Radar Bali, Gengster Meksiko sapaan Roberto dikejar setelah terjadi insiden penembakan terhadap geng Turki tersebut pada Selasa (23/1), sekitar pukul 01.00 WIB.
Kemudian, tiga komplotan lainnya berhasil diamankan tim gabungan Polda Bali dan Polres Badung yang dipimpin anggota dari Mabes Polri.
Mereka adalah Escobedo Juan Antonio (24), Aramburo Contreras Jose Alfonso (32), dan Deraz Gonzalez Victor Eduardo (36).
Mantan Kapolresta Denpasar menyatakan bahwa, mereka telah diamankan dan di giring ke Mapolda Bali pada Selasa sore (30/1).
"Benar diamankan di Nganjuk dan telah tiba di Bali. Nantinya akan dilakukan pemeriksaan secara maraton," tegas Jubir Polda Bali.
Editor : Baskoro Septiadi