Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Seekor Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu dengan Bekas Tembakan di Kepala

Aby Genta Putra Prasetya • Senin, 8 Januari 2024 | 04:12 WIB
Bangkai gajah yang ditemukan dengan bekas tembakan di kepala
Bangkai gajah yang ditemukan dengan bekas tembakan di kepala

RADARSEMARANG.ID - Awal tahun ini publik dan penggiat konservasi hewan liar dikagetkan dengan penemuan bangkai seekor gajah Sumatera.

Bangkai Gajah Sumatra betina liar ini diperkirakan sudah berusia 20 tahun dan ditemukan sudah tak bernyawa pada 31 Desember 2023 silam.

Bangkai gajah ini ditemukan di hutan produksi terbatas Air Ipuh, Mukomuko, Bengkulu sekitar 3,5 KM dari Taman Nasional Kerinci Seblat.

Dilansir organisasi peduli lingkungan yang berasal dari Bengkulu, Kanopi Hijau Indonesia mewartakan bahwa penemuan bangkai gajah ini merupakan korban dari kepentingan perburuan liar yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Hal ini disebabkan karena pada bangkai gajah tersebut ditemukan lubang bekas tembakan pada kepala sang gajah.

Gajah diketahui merupakan binatang aktif yang selalu bermigrasi dengan jalur yang sama, dan kemungkinan ia bertemu sang pemburu saat ia melewati hutan yang kini sudah menjadi perusahaan.

Hutan yang menjadi habitat gajah ini telah dibebani Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) atas nama PT Bentara Arga Timber (BAT) seluas 22 ribu hektare.

Belum diketahui hingga kini siapa dalang dibalik pembunuhan terhadap spesies langka yang menjadi simbol beberapa daerah di Sumatera tersebut.

Perburuan Gajah Sumatera adalah masalah besar yang perlu diperhatikan para pemangku kebijakan dan aparatur keamanan setempat.

Sebelumnya, pada 15 April 2020 seekor Gajah Sumatra di Riau juga ditemukan terbunuh dengan kondisi yang sama, yakni dilumpuhkan dengan cara ditembak bagian kepalanya.

Para netizen yang geram dengan kejadian ini pun mempertanyakan siapa salah satu capres-cawapres tahun ini yang peduli dengan keberlangsungan hidup binatang-binatang endemik khas Indonesia dan konservasi agar tetap selalu lestari.

Karena dalam euforia kampanye, tidak ada satupun calon yang mengajukan gagasan terkaitan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup.

Seperti akun @rewellls yang berkomentar "Tapi please, adakah capres yg SERIUS peduli flora fauna? Aku gak mau di masa depan anakku tanya, "ibu bagaimana wujud gajah?" tolong jgn memunahkan gajah".

Gajah Sumatra sendiri atau bernama latin Elephas Maximus Sumatranus adalah subspesies Gajah Asia yang menempati wilayah Sumatra dan sebagian kecil di Kalimantan.

Gajah ini termasuk hewan dilindungi yang statusnya critical endangered atau spesies yang sudah
mendekati kepunahan menurut IUCN.

Menurut Wildlife Conservation Society, Status konservasi Gajah Sumatera dalam sistem hukum di Indonesia merupakan termasuk satwa yang dilindungi oleh UU No.5 tahun 1990 dan PP 7/1999.

Segala bentuk penyelamatan dan konservasi dilakukan di berbagai daerah kantong-kantong populasi Gajah Sumatera, seperti di 7 propinsi meliputi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung

Editor : Baskoro Septiadi
#gajah sumatera #LINGKUNGAN HIDUP #perburuan gajah #kriminal #konservasi