RADARSEMARANG.ID - Viral di media sosial, unggahan seorang korban kecelakaan lalu lintas, dimana mobil Pajero Sport yang dikendarainya ditabrak ugal-ugalan oleh Bus PO Haryanto di Tol Batang.
Korban awal mula curhat di akun TikTok pribadinya, @atra_atra6, pada Rabu (03/01/2024).
Ia menceritakan kecelakaan terjadi ketika ia melajukan mobil Pajero Sport hitamnya dengan pelan di posisi jalur lambat, akan tetapi tiba-tiba sebuah bus menyeruduk bagian belakang mobilnya.
"Sudah melaju dengan pelan & di posisi jalur lambat dengan benar. Tetapi sebuah Bus ugal-ugalan dengan kekuatannya menghantam dari belakang," tulisnya.
Setelah menabrak, diceritakan sang pengendara Pajero tak sadarkan diri, namun bus langsung pergi begitu saja.
"Bus pergi begitu saja, meninggalkan saya & anak kecilku yang menangis sendirian ketakutan melihat orangtanya tak sadarkan diri di tempat..." lanjutnya.
Slide berikutnya, diperlihatkan body mobil Pajero yang tampak dari depan.
"Dari luka mobil saja terlihat mobil bagian depan dalam keadaan baik. Jelas ditabrak brutal sepihak oleh sebah kendaraan besar. Yaitu BUS PO HARYANTO," katanya.
"Tidak ada etikat baik untuk bertanggng jawab. Dia bilang tanggung jawab santunan biasanya diberikan jika korbannya meninggal dunia,"
"Memang kami masih diberikan kehidupan, tapi patah tulang di pinggul & kaki menjadi 3 bagian, membuat saya tidak mampu berjalan,"
"Dimana hati nurani Anda sebagai pemilik Perusahaan yang dikenal dengan Branding BAPAK HAJI?"
"Saya berusaha menghubungi Anda & Anda tidak ada respon sama sekali. Semoga ada keadilan bagi kami..." tulisnya di akhir slide.
Baca Juga: Viral Action Figure Iron Man Seharga 33 Juta Jatuh Pecah Akibat Ulah Anak Pengunjung Toko di Yogyakarta, Respons Pemilik Tuai Pujian
Menyusul unggahan ini, pihak perwakilan PO Haryanto, @syafiq.muhammad17, memberikan klarifikasinya di kolom komentar unggahan Instagram @infoupdatejateng, yang kemudian dibalas sendiri oleh korban, @atra_aticarahma, dan dibagikan di Instastory-nya.
"Atas kejadian ini, kami minta maaf sebesar2nya, kami tanggung jawab, kami sudah mediasi juga, termasuk dengan bapak penyidik, korban meminta ganti rugi 1 milyar, kami negosiasi memberi ganti rugi separuhnya, tapi korban bersikukuh tidak mau, jadi bukannya kami tidak tanggung jawab sama sekali, dan posisi juga kami mau mediasi ulang, terima kasih," tulis akun @syafiq.muhamad17.
"Nyuwun sewu Bapak yg terhormat. Senang akhirnya, mendapat respon walaupun harus dgn jalur viral njih. Subhanallah... 1 M info dari mana njih Bapak? Kita saja belum pernah bertemu, Bapak hanya mengirimkan orang berbadan besar (berjumlah 4), yang makin membuat saya trauma dengan kata-kata kasar yang dilontarkan di RS sakit. Besar harapan saya untuk dapat menyelesaikan ini lewat mediasi dengan pemilik langsung, terimakasih," balas akun @atra_aticarahma.
Menanggapi kesimpangsiuran kabar ini, Rian Mahendra selaku anak dari pemilik PO Haryanto, membuat beberapa klarifikasi. Rian adalah putra pemilik PO Haryanto, namun saat ini sudah tidak lagi berada di dalam manajemen kepengurusan.
Rian mengunggah video di akun TikTok pribadinya, @rianmahendra83, pada Kamis (04/01/2024).
Rian Mahendra menolak narasi korban yang menyatakan bahwa seolah-olah bus kabur setelah menabrak. Menurutnya, yang terjadi sebenarnya adalah karena selang rem bus pecah, dan ban serep terdorong masuk ke belakang, maka merusak sistem angin.
Karena itulah bus sulit melakukan rem mendadak. Bus akhirnya menggelinding ke kiri, dan parkir seberhentinya saja.
Kondisi bus PO Haryanto juga rusak di body bagian depan. Rian menjelaskan bahwa jika di belakang bus dan di sekitar bus terdapat mobil-mobil yang mengurusi kecelakaan Pajero. Jadi, bus masih berada di lokasi kejadian, alias sama sekali tidak kabur.
Klarifikasi kedua, Rian juga menolak bahwa PO Haryanto tidak beriktikad baik untuk bertanggungjawab atas kecelakaan. Justru pihak mereka mengaku telah mengirim orang untuk menjenguk korban yang tengah dirawat di RS dan membahas perihal kecelakaan.
Rian memperkuat pernyataannya tersebut dengan menampilkan sebuah foto yang memperlihatkan dua orang karyawan utusannya ketika menjenguk istri korban di RS.
Setelah itu, Rian juga menjelaskan perihal komentar pemilik akun Instagram @syafiq.muhammad17, yang diakuinya sebagai adik iparnya.
Rian menepis perkataan korban yang mengatakan bahwa dirinya didatangi 4 (empat) orang berbadan besar dari PO Haryanto. Rian menyebut bahwa postur tubuh dua orang karyawannya masih kalah kekar ketimbang postur tubuh suami korban.
Kesimpulan dari unggahan videonya tersebut, Rian menyatakan bahwa bus sama sekali tidak melarikan diri, dan sudah ada iktikad baik dari PO Haryanto untuk bertanggungjawab, bahkan masalah ini juga sudah ditangani oleh pihak kepolisian.
"Berarti, nggak ada istilah lari atau tidak bertanggungjawab, mbak (korban/pemilik Pajero). Hanya saja, yang belum tercipta di sini adalah perdamaian, atau perihal ganti rugi. Ganti rugi dalam artian kompensasi apa yang bisa njenengan dapatkan, atau apa sih hak-hak dan kewajiban dari pelaku atau penyebab kecelakaan," ucap Rian.
Terakhir, Rian juga mengungkapkan pendapatnya atas narasi korban yang menyebutkan branding "Bapak Haji". Menurut Rian, branding tersebut kurang pantas dibicarakan dalam kasus ini. Karena ini menyangkut SARA.
Jika ada peristiwa kecelakaan menimpa bus, dimana sopir yang melakukan kelalaian. Maka driverlah yang paling utama bertanggungjawab. Bisa dikatakan, pemilik bus juga merupakan korban dari kelalaian sopir.
"Bus dibawa orang buat nyari uang. Tiba-tiba busnya kecelakaan. Pak Haji (Pemilik PO Haryanto) kerugian, jelas. Bus perbaikan. Waktu yang terhenti selama beberapa hari. Jadi Pak haji sendiri juga mengalami kerugian," ujar Rian.
"Tapi karena kebesaran hati Pak Haji, Pak Haji masih mau bertanggngjawab membantu, baik membantu drivernya, maupun membantu njenengan sebagai pihak korban. Jadi, titel 'Bapak Haji' ini kayaknya juga nggak pantes, mbak, karena akan jadi SARA ya," pungkas Rian.
Editor : Baskoro Septiadi