RADARSEMARANG.ID - Belida Lopis atau Chitala Lopis merupakan ikan perairan tawar asal Indonesia, yang penyebarannya meliputi pulau Jawa, Sumatera dan sebagian Kalimantan.
Belida Lopis adalah ikan yang memiliki bentuk tubuh yang unik seperti mata pisau dengan warna yang mengkilat.
Dilansir website Fakultas Perikanan dan Perairan Unair, Ikan belida dapat tumbuh sampai 150 cm dengan berat hingga mencapai 1,5 – 7kg. Ciri khas lain yang dimiliki oleh ikan ini adalah adanya bintik hitam di bawah sirip renang pada jenis tertentu.
Spesies ini merupakan jenis satwa yang memakan segalanya atau omnivora, jenis makanannya terdiri dari ikan-ikan kecil, lumut dan amfibi berukuran lebih kecil darinya.
Pada tahun 2020, The International Union for Conservation of Nature (IUCN) merilis kepunahan Belida Lopis akibat penangkapan ikan jenis ini yang berlebihan dan minat konsumsi ikan ini yang tinggi.
Baca Juga: Kabar Gembira! Satu Anak Badak Sumatera Lahir di Taman Nasional Way Kambas
Status ikan ini berubah dari kritis menjadi punah atau extinct/EX, data ini diperoleh dari laporan seorang ilmuwan asal Singapura bernama Dr. Heok Hee Ng.
Menurut Dr Heok, ikan ini sudah tidak pernah terlihat di perairan pulau Jawa semenjak spesimennya diawetkan dan dikoleksi oleh Pieter Bleeker pada tahun 1851.
Sejak lama penelitian tentang klasifikasi jenis ikan ini diperdebatkan. T.R Robert, dalam jurnalnya menyebutkan bahwa spesies ini mungkin punah di Pulau Jawa, tetapi masih bisa ditemukan di perairan Sumatera, Kalimantan dan Thailand.
Sedangkan Maurice Kottelat, dalam bukunya yang diterbitkan tahun 2013, menjelaskan bahwa spesies ikan Belida memiliki sub-spesies yang berbeda-beda, ada Belida Jawa, Belida Sumatera dan Belida Kalimantan.
Kemunculan Kembali
Terbaru, ikan Belida Lopis berhasil ditemukan kembali oleh para ilmuwan setelah melakukan pengumpulan spesies dari 34 lokasi berbeda.
Dilansir @nrsimha.indonesia, setelah dilakukan perbandingan data DNA spesimen baru dengan Data Genetik Global yang disimpan di Natural History Museum, London.
Hasilnya, spesies yang mereka temukan cocok dengan karakteristik dan spesifikasi dari ikan Belida Lopis.
Keabsahan temuan mereka ini dikonfirmasi oleh pihak Jurnal of Endangered Species asal Jerman dan dirilis dalam volume ke-52.
Dengan ditemukannya kembali ikan Belida Lopis ini merubah status ikan tersebut dari punah menjadi kembali dicatat sebagai least concern atau tingkat kepunahan masih rendah. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi