RADARSEMARANG.ID, - Seorang warga menemukan sebuah tumpukan batu kuno yang diduga berasal dari abad ke-17 di sebuah hutan.
Namun, penemuan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keaslian dan sejarah batu bata tersebut.
Penemuan ini telah diketahui oleh Dinbudpar Rembang setelah menerima laporan dari komunitas yang peduli terhadap sejarah.
Selanjutnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang telah turun ke lapangan untuk melakukan penelitian dan memberikan laporan kepada BPK (Balai Pelestarian Kebudayaan)
Dikutip dari Radar Kudus, lokasi temuan itu berada di tengah hutan Terongan, wilayah KPH Kebonharjo, Kecamatan Sale, Rembang.
“Masuk di ADM Kebonharjo,” kata Retna Dyah Radityawati, selaku Sub Koordinator Sejarah, Museum dan Cagar Budaya Dinbudpar Rembang.
Setelah dilakukan survei, Retna yakin bahwa temuan tersebut adalah batu bata kuno yang diperkirakan berasal dari masa kerajaan Islam.
Struktur batu bata kuno yang ditemukan itu memiliki panjang sekitar 150 cm, tinggi 77 cm, dan lebar 85 cm.
Setelah melakukan penelusuran, Retna berhasil menemukan sejarah wilayah tersebut dan menemukan beberapa tempat yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Meski demikian, pihaknya masih belum dapat memastikan apakah tempat tersebut merupakan makam atau struktur talud.
“Kemungkinan itu bisa makam atau struktur talud. Kami belum bisa memastikan,” ungkap Retna.
Menurut keterangannya, temuan tumpukan batu bata kuno itu tertata di bagian pinggir anak sungai Ngawun, Kecamatan Sale.
Kemudian pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pemangku hutan agar dapat membantu menjaga keamanan di area tersebut.
Hal ini dikarenakan sering terjadi kegiatan pencarian besi-besi kuno oleh warga menggunakan metal detector di area tersebut.
Editor : Agus AP