RADARSEMARANG.ID, - Dalam peristiwa erupsi Gunung Marapi yang terjadi belum lama ini, dua personel kepolisian mengalami nasib buruk setelah dilaporkan menjadi korban.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, telah mengkonfirmasi hal tersebut yang menyatakan bahwa kedua personel itu merupakan anggota dari Satuan Ditsamapta.
Selanjutnya, Suharyono mengungkapkan bahwa “Dari 75 pendaki, dua di antaranya anggota kami yang berdinas di Direktorat Sabhara”.
Melansir dari laman Radar Kudus, diketahui dua personel korban letusan Gunung Marapi itu adalah Bripda Rexy Wendesta dan Bripda Muhammad Iqbal.
Berdasarkan laporan, Bripda Iqbal belum dapat dipastikan kondisinya, sementara Bripda Rexy dikabarkan mengalami patah tangan.
Menurut Suharyono, ada satu lagi yang diduga telah meninggal dunia, dan pihaknya merasa prihatin atas kabar tersebut.
Ia menduga Bripda Iqbal adalah salah satu yang telah meninggal dunia, namun Kapolda Sumbar akan terus mengikuti perkembangan dari DVI ini.
Diketahui, pada Selasa (5/12), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat (Sumbar) telah berhasil mengidentifikasi 16 dari 23 jenazah pendaki yang meninggal akibat erupsi Gunung Marapi.
Menurut Lisda Cancer, selaku Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sumbar, mengatakan bahwa meskipun para korban mengalami luka bakar, semua sidik jari mereka dapat terbaca dengan jelas.
Meski demikian, jika ada korban yang tidak dapat diidentifikasi melalui sidik jari, maka akan dilakukan pemeriksaan menggunakan gigi dan metode lainnya.
“Dari giginya, dari data-data medis, misalnya ada tahi lalat atau dia punya tato, atau dia punya luka-luka, tanda operasi dan lainnya, itu bisa kita pakai,” ucap Lisda Cancer.
Selanjutnya, menurut penjelasan dari Suharyono, kedua anggota timnya melakukan pendakian Gunung Marapi setelah selesai tugas. "Polisi kan bagian dari masyarakat. Mereka juga ingin berkreasi di luar dinas,” ungkapnya.
Sementara itu, dikutip dari laman Padek JawaPos.com telah melaporkan bahwa, Bripda Igbal telah ditemukan satgas pada Senin malam.
Kemudian setelah dilakukan otopsi, Igbal dibawa ke rumah duka di Dadok Tunggul Hitam, dan selanjutnya di kuburkan di TPU Tunggul Hitam dengan upacara kepolisian pada Rabu (6/12).
Editor : Agus AP