RADARSEMANG.ID, Bali - Jasa sewa pacar kini telah merambah ke Bali. Sejumlah akun media sosial pun menawarkan jasa penyewaan pacar dengan harga yang bervariasi. Pacar yang disewa nantinya bisa menemani klien secara online maupun offline.
Bali Express (Jawa Pos Group) pun mencoba menelusuri akun media sosial di Instagram. Salah satunya akun @sewapacarbali yang di media sosial TikTok bernama @sewapacarbali_. Dalam akun tersebut menawarkan jasa menjadi pacar sewaan dengan talent laki-laki maupun perempuan.
Ada yang usianya masih belasan tahun hingga kepala dua. Ada yang berasal dari Denpasar, Kuta, Badung hingga Singaraja.
Foto-foto talent pun dipajang lengkap dengan nama, usia, asal, status, kesibukan, tinggi badan, berat badan, hal yang disukai, hal tidak disukai, hingga kepribadian.
Biaya sewanya bervariasi, mulai dari Rp20.000 hingga Rp450.000 tergantung layanan yang diberikan. Misalnya chatting satu hari Rp20.000, atau chatting 30 hari Rp300.000. Kemudian layanan calling atau menelepon Rp10.000 untuk 15 menit hingga Rp70.000 untuk 120 menit. Selanjutnya layanan video call Rp25.000 untuk 15 menit hingga Rp170.000 untuk 120 menit.
Kemudian juga ada layanan mengirim foto atau PAP (Pick a Picture), Rp8.000 untuk 1 foto dan Rp50.000 untuk 7 foto. Selain layanan online tersebut, juga ada layanan offline yakni meet atau bertemu dengan biaya Rp80.000 1 jam hingga Rp450.000 untuk 8 jam.
Baca Juga: Tayang di Indonesia Mulai 3 November 2023, Segini Harga Tiket Film The Eras Tour Taylor Swift
Namun biaya tersebut hanya biaya sewa, alias tidak termasuk biaya makan diluar atau yang dikeluarkan selama klien bertemu dengan talent.
Dalam akun tersebut juga diunggah mengenai aturan dalam menggunakan jasa sewa pacar tersebut. Dimana klien dilarang keras melakukan tindakan pornoaksi maupun pornografi kepada talent. Baik secara verbal maupun non verbal.
Klien juga dilarang melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan talent. Sewa pacar offline pun akan dipantau oleh admin. Apakah sobat tertarik menggunakan jasa sewa pacar ini ? . (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi