RADARSEMARANG.ID, JEDDAH-Mulai Senin sore 3 Juli 2023, sebanyak tujuh kelompok terbang (kloter) dipulangkan ke tanah air melalui Bandara King Abdul Azis Jeddah Arab Saudi. Kloter pertama yang dipulangkan ke tanah air adalah Jemaah haji dari embarkasi Batam (BTH) 01.
Jemaah haji dari kloter BTH 01, embarkasi Jakarta Bekasi kloter JKS 01, embarkasi Jakarta Pondok Gede kloter JKG 01 maupun JKG 02 tiba di Bandara Jeddag pukul 18.05 Waktu Arab Saudi (WAS). Mereka didorong dengan bus dari pemondokan atau hotel di Makkah satu jam sebelumnya.
Jemaah haji akan diterbangkan dengan pesawat Saudia Airlines pada Selasa 4 Juli 2023 pukul 00.05 WAS. Kemudian JKG 04 dan Jemaah haji dari embarkasi Surabaya kloter SUB 01 diberangkatkan pukul 00.10 WAS. JKS 01 terbang pukul 00.15 WAS, SUB 02 pukul 00.35 WAS, JKS 02 pukul 01.00 WAS, dan SUB 03 pukul 01.30 WAS.
Selama menunggu jadwal penerbangan, sebagian Jemaah haji diistirahatkan di sejumlah pavilion atau plaza yang ada di Terminal Haji Bandara Jeddah. Selama menunggu para Jemaah haji mendapatkan paket nasi boks, buah, pudding, dan air mineral.
Meski begitu, karena jadwal penerbangan yang padat mencapai 59 penerbangan, tak semua kloter diistirahatkan di pavilion atau plaza. Sebagian mereka langsung didorong untuk melakukan pemeriksaan imigrasi dan masuk serta istirahat di dalam terminal sambal menunggu jadwal penderbangan.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M, Subhan Cholid mengingatkan bahwa jemaah haji dilarang membawa benda cair, termasuk air zam zam ke dalam koper bagasi. Karena itu, dia meminta jemaah haji untuk tidak mencoba-coba memasukkan air zam zam ke dalam koper bagasi.
Sebab koper tersebut akan diperiksa melalui pemeriksaan x-ray dan dibongkar untuk dikeluarkan air zam zamnya. Penimbangan koper bagasi dilakukan dua hari menjelang kepulangan.
"Jangan masukkan air zam zam ke koper bagasi. Sebab, koper berisi air zam zam akan terdeteksi yang berakibat dibongkar dan dikeluarkan airnya. Ini sudah menjadi ketentuan penerbangan," ujar Subhan di Makkah, Minggu (2/7/2023).
Dia menambahkan, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines hanya akan mengangkut barang bawaan jemaah haji berupa tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai penerbangan.
"Jemaah haji Indonesia berhak membawa koper kabin dengan berat maksimal 7 kg, koper bagasi dengan berat maksimal 32 kg, dan tas paspor," sebutnya.
Sesuai aturan penerbangan, lanjut Subhan, ada sejumlah barang yang dilarang dibawa selama penerbangan, yaitu 1) barang yang mudah terbakar/meledak; 2) Senjata api dan senjata tajam; 3) Gas, aerosol, dan cairan melebihi 100ml; 4) Uang lebih dari Rp 100.000.000 atau SAR 25.000; dan 5) Air zam zam. (ida)