Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pasangan Kekasih di Batang Racuni Tukang Ojek Pakai Kecubung, Modus Tawarkan Jamu Stamina

Riyan Fadli • Selasa, 23 Desember 2025 | 17:56 WIB
PEMBUNUHAN: Pelaku saat digelandang petugas di Mapolres Batang.
PEMBUNUHAN: Pelaku saat digelandang petugas di Mapolres Batang.

RADARSEMARANG.ID, Batang – Misteri penemuan mayat pria paruh baya di sebuah warung kosong di Jalan Raya Beton, Kecamatan Gringsing akhirnya terungkap. Korban Legiman, 67, yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut ternyata dibunuh dengan cara diracun menggunakan tanaman kecubung.

Satreskrim Polres Batang berhasil meringkus dua orang tersangka yang merupakan pasangan kekasih, yakni berinisial SM dan DK. Keduanya ditangkap di Kabupaten Rembang setelah membawa kabur harta benda korban.

 Baca Juga: Asal-usul Santet Sewu Dino Terungkap di Film Janur Ireng, Penakut Dilarang Nonton

Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana mengungkapkan, kasus ini bermula dari penemuan jenazah pada Selasa (16/12) sekitar pukul 08.30 WIB.

Awalnya, kematian korban diduga wajar karena faktor kelelahan atau sakit, mengingat profesinya sebagai tukang ojek. Pihak keluarga pun sempat menolak autopsi dan hendak langsung memakamkan jenazah.

Polisi mencium adanya tindak pidana setelah menemukan sejumlah kejanggalan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolres Batang menjelaskan, saat olah TKP, seluruh barang berharga korban raib.

"Awalnya tidak ada kecurigaan. Namun, kami menemukan kejanggalan karena kendaraan korban, HP, dompet, dan uang tidak ditemukan di lokasi. Dari sana Satreskrim bersama Polsek Gringsing melakukan penyelidikan," ujar Kapolres Batang dalam konferensi persnya, Selasa 23 Desember 2025.

Berdasarkan hasil penyidikan, otak kejahatan ini memiliki peran terpisah. Tersangka SM (perempuan) bertugas mencari mangsa di Pasar Plelen, sementara kekasihnya, DK (laki-laki), menunggu di lokasi eksekusi yang sepi.

 Baca Juga: Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS GBPNS Desember Ini Mulai Cair, Ini Cara Ceknya

Modusnya tergolong rapi dan sadis. Tersangka SM berpura-pura menjadi penumpang. Di tengah perjalanan, SM meminta korban berhenti dan menawarinya minuman yang disebut sebagai "Jamu Stamina Laki-laki". Padahal, air tersebut telah dicampur dengan ekstrak tanaman kecubung.

"Karena korban sudah tua, dibujuk rayu supaya fit bekerjanya. Ketika korban meminum air yang dicampur kecubung, korban mengalami halusinasi," terang Kapolres.

Dalam kondisi berhalusinasi, korban sempat memaksakan diri mengendarai motor, namun akhirnya diambil alih oleh tersangka SM.

Sesampainya di Jalan Raya Beton tempat tersangka DK menunggu, korban yang sudah tidak berdaya akhirnya pingsan dan meninggal dunia.

Fakta mengejutkan lainnya terungkap. Pasangan kekasih ini ternyata merupakan spesialis pencurian dengan kekerasan. Berdasarkan pengembangan, mereka telah beraksi di 7 (tujuh) TKP berbeda.

"Satu TKP di Kendal dan lima di daerah Batang. Pelaku juga pernah menjalani hukuman pada tahun 2023 selama satu tahun," tambahnya.

Dari tangan korban di Gringsing, pelaku berhasil menggasak sepeda motor, ponsel, dan uang tunai sekitar Rp1.250.000.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHP juncto Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

"Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara," tegasnya. 

 Baca Juga: Daftar Juara Dangdut Academy Mulai DA 1 Sampai Sekarang

Kelurga korban pun terlihat ikut hadir dalam konferensi pers tersebut. Rahayu ponakan korban menjelaskan bahwa korban memang sudah biasan narik ojek. Namun, saat itu dia tidak pulang ke rumah dan tidak bisa dihubungi melalui ponselnya.

Mereka juga mencari ke berbagai tempat, tapi tidak berhasil menemukan keberadaan Legiman. Sampai ada informasi di sosial media bahwa ada sesosok mayat ditemukan tertelungkup di sebuah warung dan ternyata korban adalah Legiman.

"Ditelepon nggak aktif. Jadi Pakde itu kan disuruh berhenti gitu, jangan ngojek gitu kan. Lah dia memang suka jalan-jalan, suka ngojek. Ya kita langsung mencari, sudah dibawa ke Rumah Sakit Limpung," ucapnya dengan berlinang air mata.

Mereka pun berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Apalagi korbannya tidak hanya satu orang. Ada banyak orang yang telah menjadi korban mereka.

"Berharap hukumannya ya seberat-beratnya. Karena bapak kita sudah nggak bisa kembali lagi kan," tandasnya. (yan)

Editor : Baskoro Septiadi
#Gringsing #kecubung #batang