RADARSEMARANG.ID, Batang - Warung Lamongan di Kelurahan Watesalit, Kecamatan Batang tiba-tiba ramai didatangi warga saat masa pencoblosan Pemilu 2024, Rabu 14 Februari 2024.
Tapi beberapa warga malah pulang ke rumah setelah sampai tempat tersebut. Mereka lupa membawa KTP, hanya membawa surat undangan. Sehingga kembali pulang ngambil KTP.
Warung Lamongan yang didatangi warga itu ternyata Tempat Pemungutan Suara (TPS) 12 di Kelurahan Watesalit.
Beberapa orang yang sudah sampai di depan TPS juga sedikit ragu, apakah benar ini TPS-nya.
"Ini ide dari anggota KPPS, katanya dibuat pecel lele, seperti di Lamongan. Biar lebih rame aja," ujar Muhammad Zulkarnain, Ketua KPPS 12 Kelurahan Watesalit pada Jawa Pos Metro Pekalongan.
Ia menjelaskan, TPS itu sengaja disulap layaknya warung Lamongan, perabotan dapur digantung di atas TPS.
Bahkan ada spanduk khusus di gerbang SDN 2 Watesalit itu didesain semirip mungkin dengan sepanduk pecel lele.
Ada gambar ayam, lele, ikan, burung, dan lainnya. Uniknya lagi, wajah para anggota KPPS ditempelkan di kepala hewan-hewan tersebut.
Para petugas KPPS pun kompak menggunakan daster baik laki-laki ataupun perempuan. Cuma tidak menyediakan makanan apapun. Hanya menyediakan surat suara untuk warga yang mau mencoblos.
"Kami memiliki konsep emak-emak berdaster, karena konsepnya di dapur kita pasang-pasang aksesoris seperti ini," imbuhnya.
Beberapa perabotan dapur seperti panci, wajan, teflon, sepatula, centong, dan lainnya ikut dipajang menghiasi TPS. "Ini perabotannya kita pinjam dari warga," ucapnya.
Sementara itu, Purwidi, 53, warga setempat mengapresiasi kreatifitas KPPS. Warga yang menunggu jadi tidak bosan.
"Saya sih tidak masalah, malah bagus ini. Ini kreatifitas panitia. Saya warga sini tahu kalau TPS-nya disini, pakaiannya juga asik itu KPPS-nya. Nunggu nyoblosnya jadi nggak bosen," tuturnya. (yan/bas)
Editor : Baskoro Septiadi