BATANG, Radar Semarang - Perusahaan asal China Wanxinda Group bakal menanamkan modalnya di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Nilainya cukup fantastis, yaitu Rp 1 triliun di lahan seluas 98 hektare. Perusahaan tersebut memiliki basis produksi manufaktur di Guangzhou, Binzhou, dan Myanmar.
Keseriusan Wanxinda ditandai dengan penandatanganan perjanjian pemanfaatan tanah industri (PPTI) antara PT Wanxinda Green Travel Industry Development dan PT Wanxinda Batang Industry Land Investment.
Kesepakatan itu dilakukan di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (21/11).
Direktur Utama PT Danareksa Yadi Jaya Ruchandi, menyebut dari 98 hektar lahan yang dimanfaatkan akan dikerjasamakan dengan anggota holding klaster Danareksa.
Mulai dari pematangan lahan, persiapan infrastruktur hingga berjalan operasionalnya.
Bakal meyerap 200 Ribu lowongan kerja bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya.
“Nilai investasi ini besar sekali mencapai Rp 1 triliun dan berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja hingga 200 ribu orang, khususnya bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya,” katanya.
Direktur Utama Grand Batang City Ngurah Wirawan menyampaikan, investasi Wanxinda merupakan bukti kepercayaan investor asing kepada Indonesia.
KITB saat ini menjadi destinasi utama bagi Foreign Direct Investment.
"Wanxinda diketahui memiliki beberapa segmen bisnis di Tiongkok, seperti IT dan media, produksi aksesoris untuk program teknologi, dan juga manufaktur travel goods," bebernya.
Direktur Keuangan PT. KITB, Evi Afian menyampaikan KITB sangat optimis menjadi Kawasan Industri yang sangat kompetitir di Asia Tenggara.
Saat ini KITB tengah menyelesaikan Rencana Bisnis Jangka Panjang Perusahaan untuk mempercepat pembangunan dan operasional Kawasan seluas 4300 hektar.
" KITB telah siap beroperasi pada semester satu tahun 2024, yang sebagian besar tenant fase-1 telah selesai membangun pabriknya," tandasnya. (yan)
Editor : Agus AP