RADARSEMARANG.ID, Batang - Ratusan SD negeri di Batang kekurangan murid. Ada sebanyak 254 sekolah dari 452 SD negeri tidak memenuhi kuota rombongan belajar (Rombel) 30 siswa.
Lebih ironis lagi. Ada satu SD negeri yang tidak mendapatkan murid sama sekali. Yakni SDN Kranggan 1, Kecamatan Tersono. Selain itu SDN Sijono, hanya mendapatkan tiga murid.
“Kedua SD negeri tersebut kalah saing dengan SD Swasta,” kata Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, Kamis (20/7).
Kepala SDN Sijono, Kecamatan Warungasem Setiabudi menjelaskan semula sekolahnya tidak ada yang mendaftar. Jelang penutupan ada tiga siswa yang mendaftar.
sekolahnya mulai sering kekurangan murid sejak lima tahun lalu. Saat ini total murid hanya 30 siswa untuk kelas 1 hingga 6.
Ada beberapa alasan membuat sekolah sekolah ini sepi peminat. Seperti lokasi sekolah yang jauh dari pemukiman.
Sedangkan di tengah pemukiman Desa Sijono sudah ada sekolah MI. “Meskipun ada tiga siswa, tetap ada pembelajaran," ucapnya.
Sementara di SDN Kranggan 1, ruang kelas 1 akan dijadikan sebagai ruang baca siswa. Ruang ini sudah tidak difungsikan sebagai kelas lagi sejak awal pembelajaran tahun ajaran baru 2023. SDN Kranggan 1 kalah bersaing dengan empat sekolah lain di desa tersebut.
Enam tahun lalu, sekolah ini juga mengalami kondisi serupa. Tidak mendapatkan murid sama sekali.
Sejak saat itu, SDN Kranggan 1 mulai kekurangan murid tiap kali penerimaan siswa baru. Tahun ini, jumlah siswa kelas 1 hingga 6 hanya 19 siswa saja.
Kepala SDN Kranggan 1, Subuh Hariyanto pun berkaca-kaca saat menjelaskan kondisi sekolahannya. Ia baru satu tahun berada di sekolah tersebut. Saat pertama datang, siswanya hanya 24 orang.
Sebenarnya, tahun ini ada satu siswa yang mendaftar tapi mundur karena tidak mau belajar sendiri tanpa teman. (yan/bud)
Editor : Baskoro Septiadi