"30 persen ini dari target tahun kemarin. Karena target tahun ini belum ditentukan. Artinya sudah ada sekitar 29 ribu wajib pajak yang melakukan pelaporan dari 76 ribu wajib pajak," ujar Kasi Pelayanan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batang, Agus Purwanto saat ditemui di kantornya.
Beberapa hal menjadi kendala, seperti wajib pajak yang belum mengetahui cara pelaporan secara online. Mereka kesulitan memahami bahasa perpajakan yang ada di laman pelaporan pajak. Sehingga menganggapnya ribet, susah, hingga mengalami kegagalan pelaporan.
Sebagian masyarakat pun lebih memilih datang ke kantor KPP Pratama Batang untuk melakukan pelaporan. Walaupun pelaporan bisa dilakukan di rumah masing-masing. Akhirnya, para mahasiswa diperbantukan untuk ikut membantu warga yang datang ke kantor KPP Pratama Batang.
"Kami sudah bekerja sama dengan pihak Universitas Pekalongan untuk menerjunkan relawan pajak dari mahasiswa. Mereka membantu wajib pajak yang kesulitan pelaporan secara online," imbuhnya.
Selain itu, karena pelaporan yang setahun sekali masyarakat juga acap kali lupa kata sandi. Sementara saat menjelang waktu batas pelaporan, tingkat kunjungan yang masif kerap membuat server down.
"Kami dari relawan membantu pelaporan pajak pribadi. Seperti karyawan hingga ASN. Kendalanya paling lupa Efin, password. Ada 10 relawan yang dikerahkan," ujar salah satu relawan, Selvia Triatian Aulia Jovani. (yan/zal) Editor : Agus AP