Pemdes telah menggelontorkan Dana Desa sebesar Rp 270 juta untuk pengembangan. Termasuk perbaikan infrastruktur jalan menuju lokasi wisata sebesar Rp 150 juta.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang Yarsono mengatakan, geliat yang ditunjukkan Desa Cepokokuning ini didukung semua unsur masyarakat.
Bahkan struktur organisasi BUMDesnya lengkap. Ada berbagai posisi manager yang membidangi.
"Hal tersebut menjadikan BUMDes Cempaka Mulia milik Desa Cepokokuning ini cukup profesional,” tuturnya saat meninjau lokasi rintisan wisata bernama Ceko Agro Park.
Ia menjelaskan, untuk bisa menjadi desa wisata ada tiga kategori, yaitu rintisan, berkembang, dan maju. Menurutnya, objek tersebut bakal menjadi alternatif wisata yang dekat dengan kota Batang.
“Rintisan desa wisata di Kabupaten Batang saat ini sudah ada 32 desa. Desa wisata itu ada tiga kategori yakni rintisan, berkembang dan maju,” terangnya.
Pemandangan yang masih alami ditambah aliran sungai deras menjadi modal wisata rafting susur sungai. Selain itu, UMKM sekitar juga digandeng untuk menghadirkan wahana perah susu kambing hingga kebun anggur.
"Sesuai arahan Pak Kades InsyaAllah rintisan desa bisa maju jika semua lembaga dan masyarakat mendukung. Tugas BUMDes hanya mengelola saja, untuk pembangunan dilakukan oleh desa, dan setelah jadi kita yang mengelola," terang Direktur BUMDes Cempaka Mulia, Ipung Dasmui
Ipung menjelaskan, saat ini Ceko Agro Park belum bisa dibuka sebagai tempat wisata. Pengunjung datang secara mandiri untuk menikmati suasana dan sekadar bermain air.
Pengunjung bisa menyewa ban hanya Rp 3.000 saja. Sedangkan di tepian sungai ada tenda yang disewakan Rp 10 ribu untuk seharian. (yan/zal) Editor : Agus AP