RADARSEMARANG.ID, John Dori maunya menang sendiri. Agama mengizinkan boleh mempunyai empat istri.
Akhirnya John Dori nglunjak bawa-bawa agama buat izin poligami. Padahal ngurus satu istri saja belum becus.
Ekonomi pas-pasan, ilmu agama juga tak ada. Tapi John Dori sok-sokan mau menikah lagi.
Istrinya, Lady Sandi, pun tak mengizinkan. Akibatnya rumah tangga mereka hancur berantakan.
“Ngopeni bojo siji wae ra becus, kok arep nduwe bojo meneh,” jelas Lady Sandi.
Suaminya sungguh kekeuh mau menikah lagi.
John Dori sudah dekat dengan wanita lain sejak dua tahun terakhir.
Namany Pretty. Rekan kerjanya di kantor. Lady Sandi tahu suaminya selingkuh.
Pikirnya bakal berubah dan bertobat. Nyatanya malah tambah nglunjak.
“Dijarke selingkuh, malah nglunjak njaluk rabi meneh, yo aku ra gelem,” akunya.
Lady Sandi pun tak mengizinkan suaminya menikah lagi. Bukan tanpa alasan. Cintanya memang sudah pudar.
Tapi yang dipikirkan adalah masa depan anak-anaknya.
“Senengku wis ilang, tapi meh cerai kan yo mesakke anak,” imbuhnya.
Tak dapat izin, John Dori pun jadi sering marah-marah. Keduanya pun sama-sama egois dan teguh pendirian.
Pertengkaran terjadi hampir tiap hari. Memang suaminya itu tidak melakukan KDRT secara fisik. Tapi omongannya sungguh kasar.
Puncaknya ketika John Dori menjatuhkan talak.
Lady Sandi pun tak dapat berkutik. Kini keduanya pun masih menjalani sidang perceraian di Pengadilan Agama.
“Aku wis ditalak, lha meh nopo bertahan, karuan cerai sisan,” tandasnya. (kap/ton)
Editor : Tasropi