RADARSEMARANG.ID, Lady Sandi sudah lelah mempertahankan hubungan rumah tangganya. Capek hati juga pikiran.
Setiap hari ia harus berkutat dengan julidan para tetangga. Bukan tanpa alasan. Suaminya, John Dori, punya watak yang tak masuk akal.
Bukan tanpa alasan, John Dori suka senggal-senggol. Terutama ketika bertemu dengan wanita yang cantik rupawan.
Tak pandang tempat, John berani colak-colek. Bahkan ke bagian yang sensitif.
Karena itulah sering kali datang laporan kepada Lady. Korbannya sudah banyak, baik tua, muda, bahkan anak-anak.
Hal itu tidak hanya dilakukan sekali. Bahkan John tak segan melakukan hal serupa pada orang yang sama.
“Hampir tiap hari ada yang protes, katanya suami saya suka colak-colek,” jelas Lady.
Karena itulah Lady malu. Mukanya tak tahu mau ditaruh di mana. Keluar rumah pun ia tak sanggup.
Sedangkan suaminya tak mau berubah. Ketika dinasehati, malah balik marah-marah. Ujung-ujungnya berakhir bertengkar.
“Dikandani malah balik marah. Ujung-ujungnya cekcok,” imbuhnya.
Parahnya lagi, mertuanya menyalahkan Lady. Katanya ia tak pandai mengurus suami. Padahal jelas-jelas suaminya punya kelainan.
Meski sudah pernah berjanji tak akan mengulangi perbuatannya, tetap saja, yang namanya hobi bakal balik lagi. John kembali berulah.
Dua tahun bertahan, Lady pun tak tahan. Terakhir kali bahkan suaminya mau dijebloskan ke penjara. Tak mau menanggung rasa malu lebih lama, Lady pilih bubaran.
Ia menggugat cerai suaminya ke Pengadilan Agama. Meski mendapat perlawanan, Lady tetap kekeh. Kini ia bisa bernafas lega.
Tinggal menunggu akta perceraian keluar. Mereka resmi berpisah.
“Wis cukup, aku mending pisah daripada nduwe bojo koyo Mas John,” tandasnya. (kap/ton)
Editor : Tasropi