John terkana bujuk rayu ibunya yang sejak awal tidak suka dengan sang menantu. Lady difitnah oleh mertuanya jika bayi yang berada di perutnya saat ini adalah hasil hubungan gelapnya dengan pria lain.
Karena yang berbicara ibunya, tanpa menyaring kebenarannya, John langsung percaya. Tak berpikir panjang, John tega meninggalkan Lady di tengah hamil besar.
"Opo yo ono wong lanang modele kayak Mas John? Istri hamil malah ditinggal," kata Lady jengkel.
Sebelum memutuskan untuk berpisah, Lady tetap mempertahankan rumah tangganya. Sakit hati tentu iya. Tapi ia berpikir tentang masa depan anaknya.
"Kemarin nggak langsung cerai, sekarang anak udah usia satu tahun. Akta cerai sudah jadi, semuanya beres, baru pisah," ujarnya.
John sempat menolak namanya dicantumkan di akta kelahiran sang bayi. Bahkan ia meminta untuk tes DNA. Lady pun menyanggupi.
Benar saja, anak yang dikandung Lady adalah buah hati mereka berdua. Meski John menolak berpisah dan ingin kembali, Lady sudah telanjur sakit hati. Ia keukeh untuk berpisah.
"Wingi-wingi ning endi. Giliran jelas itu anaknya, baru mau tanggung jawab," katanya.
Hatinya telanjur remuk. John telah mencampakkan Lady dan anaknya. Satu tahun belakangan ini, ia tak diberi nafkah. Jangankan memberi uang, menjenguk saja tidak pernah.
Selama ini, John salah paham. Terlalu percaya dengan orang tua juga tidak baik. Sesekali suami juga harus memperhatikan istrinya. Nasi sudah menjadi bubur. Rumah tangga John dan Lady sudah telanjur kandas.
Kini, Lady bisa menghirup nafas panjang. Setelah mendapat akta cerai, saat ini keduanya resmi berpisah.
"Alhamdulillah wis tenang saiki Mbak," ujarnya. (kap/aro) Editor : Agus AP