Prosesi digelar sederhana. Dimulai dengan pemotongan pita oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baihaqi dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng Muhamad Aulia, beserta General Manager Jawa Pos Radar Semarang Iskandar, General Manager Digital Radar Kudus M Kholid, dan Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Pratono.
Baihaqi mengatakan, lahirnya Jawa Pos TV Jateng ini bersamaan di era televisi digital, bukan lagi analog.
Tentu menjadi kebanggaan tersendiri karena tidak banyak televisi lokal. Menurut Baihaqi, ini menjadi tantangan bagaimana menghibur masyarakat di Jawa Tengah.
“Tidak mudah dan ringan karena kita tahu sudah banyak televisi yang mengudara apalagi di era digital. Alhamdulillah Jawa Pos TV Jateng sudah memenuhi syarat dan sudah bisa bersiaran lokal," ujarnya memberikan sambutan.
Pada dasarnya, lanjut Baihaqi, program Jateng ini sudah memulai siaran rutin bersama dengan Jawa Pos TV. Namun untuk lebih memberikan kesempatan pada daerah-daerah di kota dan kabupaten di Jawa Tengah lebih diekspos di televisi, lahirnya Jawa Pos TV Jateng. Hal itu juga sebagaimana perkembangan Jawa Pos Koran yang dulu nasional melahirkan koran lokal. Sekarang siaran televisi lokal ada di Denpasar, Madiun dan Semarang.
"Mudah-mudahan dengan Jawa Pos TV Jateng bisa merangkul camat, wali kota, sering masuk televisi. Contohnya Wali Kota Semarang, Bupati Jepara, Bupati Blora sudah masuk di siaran kita sebelumnya. Itu menguntungkan masyarakat daerah karena informasi lebih dalam bisa masuk. Dengan ini nanti mudah-mudahan bisa mengejar ketertinggalan," tandasnya.
Baehaqi menyebut, meski studio berada di Semarang, namun dalam menjalankan program bisa di semua daerah. Siaran Jawa Pos TV bisa dinikmati masyarakat di channel digital 36. Beroperasinya studio ini, kata Baehaqi, semakin menambah khasanah masyarakat untuk memperoleh informasi maupun hiburan yang menarik, aktual dan edukatif.
Sementara itu, Ketua KPID Jateng Muhamad Aulia menyatakan, adanya saluran baru ini diharapkan bisa memberi referensi untuk masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus sebagai media mainstream yang dapat mencegah penyebaran berita hoax. Hadirnya Jawa Pos TV diharapkan menjadi roh baru.
"Menarik karena sepanjang pengetahuan saya kali pertama TV lokal melaunching. Apalagi di era digitalisasi televisi. Adanya televisi lokal ini semoga memberikan warna baru mengutamakan berita sebagaimana undangan penyiaran. Ada sistem edukasi, hiburan yang mendukung terutama di wilayah Semarang," ucapnya.
Sejumlah program acara unggulan yang bisa di nikmati pemirsa Jawa Pos TV Jawa Tengah di antaranya program acara berita, update Jateng yang menyajikan informasi hasil liputan reporter Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Kudus.
Ada pula jejak kota atau liputan mengenai sudut sebuah kota yang ikonik serta tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi. Terakhir, ada program Jateng Talk yang merupakan program talkshow untuk membahas mengenai perkembangan Jawa Tengah.
Program-program unggulan Jawa Pos TV Jateng dapat disaksikan untuk warga Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Salatiga, Kudus Pati, serta Jepara. (ifa/zal) Editor : Agus AP