Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Karut Marut Eks Pasar Johar Relokasi MAJT Pemkot Semarang Diminta Tegas, Bangunan segera Dibongkar

Agus AP • Senin, 22 Mei 2023 | 16:25 WIB
Pedagang Johar masih berjualan sembako di eks bangunan Pasar Johar Relokasi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). ( NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Pedagang Johar masih berjualan sembako di eks bangunan Pasar Johar Relokasi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). ( NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemkot Semarang dalam posisi delematis. Harusnya eks Pasar Johar Relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) segera dibongkar, lalu seluruh pedagang pindah ke Pasar Johar Baru, Pasar Kanjengan Baru, Pasar Buah Penggaron, dan eks Shopping Center Johar (SCJ).

Namun nyatanya bangunan pasar relokasi justru diminta Yayasan Nadzir Wakaf Banda Masjid Agung Semarang (MAS) untuk dijadikan Pasar Induk MAJT. Alhasil, pedagang Johar pun terpecah. Kini, Pasar Johar sepi, justru eks Pasar Johar Relokasi MAJT masih tetap ramai.

Di Pasar Induk MAJT kini ada sekitar 715 pedagang yang masih bertahan. Ada 36 lapak di Blok F dan Blok G. Kondisinya masih ramai. Dari Blok A sampai Blok I, hanya Blok A dan Blok B terlihat sepi. Setiap malam mulai pukul 22.00 hingga pagi pukul 10.00, ramai pedagang bumbu pawon, buah, dan sayuran.

Salah satu pedagang di Blok I, Saputro, menjelaskan, sudah tujuh tahun ia berjualan buah. Sebelum Pasar Johar terbakar, dirinya sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Johar Kanjengan.

"Dulunya di Johar Kanjengan, lalu kebakaran pindah di MAJT sini. Retribusi dulunya Rp 50 ribu per hari, tidak kuat bayarnya. Lalu turun Rp 20 ribu per hari setelah subuh. Saya di sini 24 jam. Sudah dapat lapak di Penggaron, tapi lebih luas sini dan lebih strategis," katanya.

Saat pindah di MAJT, dirinya mendapat lapak di Blok I nomor 9. Lalu, kebakaran beberapa tahun lalu, ia dipindah di Blok I nomor 3. "Harus bayar Rp 5 juta untuk dapat lapak" ujarnya.

Dikatakan, harga sewa lapak baru yang disiapkan oleh pengelola Pasar Induk di Blok F dan G diperkirakan Rp 45 juta per dua tahun.

Di Blok G, koran ini sempat bertemu Jumali, pedagang bumbu pawon. Ia memilih berjualan di Pasar Johar Relokasi MAJT karena tempatnya sangat layak. "Tempatnya luas dan strategis. Mobil bisa masuk. Kalau di Pasar Johar kan tempatnya sempit. Sedangkan kalau di Penggaron kan khusus pedagang buah," jelasnya.

Kendati sebagian sudah pindah ke Pasar Johar Baru, ia lebih memilih bertahan di Pasar Johar Relokasi MAJT. “Di sana (Pasar Johar Baru) kan pembeli harus naik tangga, kalau di sini kan langsung transaksi. Selain itu, lapak ideal kan seharusnya 10 meter persegi, lha kalau di Johar hanya 2x1,5 meter. Selain itu, di sini masih ada fasilitas, ya enak di sini, Mas," katanya.

Dikatakan, retribusi dibayarkan kepada pihak yayasan per meter persegi Rp 2 ribu.

Salah satu pembeli, Hakim, mengaku kebingungan karena pedagang Pasar Johar sekarang terpecah belah. Ada yang di Johar Baru, ada yang di MAJT, dan ada yang di Penggaron. "Saya mau belanja malah bingung, Mas," keluhnya.



Hal senada disampaikan pembeli lainnya, Yanto. Ia mengungkapkan lebih efisien belanja di Pasar Johar Relokasi MAJT, karena hanya membayar tiket parkir sekali saja ketika masuk pasar sebesar Rp 2 ribu. "Kan bisa langsung membayar saat kita masih di atas motor," katanya.

Dibanding dengan Pasar Johar yang membayar parkir per lokasi. Selain itu, lebih ribet karena harus naik ke lantai atas. "Kan lebih boros juga, Mas," tuturnya.

Menurut informasi Jawa Pos Radar Semarang, sesuai aturan, aset Pemkot Semarang ini harus dibongkar, karena bisa menjadi temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK). Jika pihak MAJT ingin bersikukuh membangun Pasar Induk, tentu harus mengajukan ke Kementerian Perdagangan, dan tidak menggunakan bangunan milik Pemkot Semarang.

"Masih banyak pedagang yang belum mau pindah dari MAJT, karena sudah terlalu nyaman di sana. Harusnya pemerintah tegas menutup pasar yang masih berdiri di sana. Segera dibongkar," ujar salah satu pedagang yang berjualan daging di Pasar Johar Selatan lantai 2.

Dinas Perdagangan dan Satpol PP Kota Semarang sebenarnya sudah tegas. Mereka menyegel lapak pedagang yang masih kosong di Pasar Johar Baru. Ataupun pedagang yang berjualan di dua tempat sekaligus.

Pertengahan April lalu, Plt Kepala Disdag Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, akan merapatkan terkait masukan dari pedagang agar pedagang yang masih di MAJT pindah ke Pasar Johar Baru. Surat peringatan pun sudah dilayangkan, yang berisi pedagang yang tidak mau pindah akan ditarik perizinannya. "Saya sudah buat surat. Manakala tidak pindah, kami langsung tarik izinnya," tegasnya beberapa waktu lalu.

Pria yang juga menjabat Kepala Satpol PP Kota Semarang ini berharap dengan adanya tindakan tegas para pedagang mau pindah dan Pasar Johar Baru kembali ramai.

Dari data yang ada pada bulan yang sama, keterisian Pasar Johar Selatan baru sekitar 30 - 40 persen. Sedangkan, Pasar Johar Utara dan Tengah sudah 85 persen. "Pedagang bumbon masih punya lapak di MAJT. Pedagang harus memilih salah satu," katanya. (fgr/den/aro) Editor : Agus AP
#top #SCJ #Pasar Johar Baru #MAS #Pasar Buah Penggaron #Shopping Center Johar #Pasar Kanjengan Baru #MAJT