Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Hari Jadi ke-476 Kota Semarang, Terus Berinovasi dan Kolaboratif

Agus AP • Selasa, 2 Mei 2023 | 16:23 WIB
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menunjukkan MoU kerjasama dengan SEAMEO-RECFON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta untuk menangani stunting Rabu (22/9/2021) lalu.  (Istimewa)
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menunjukkan MoU kerjasama dengan SEAMEO-RECFON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta untuk menangani stunting Rabu (22/9/2021) lalu.  (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, upaya Pemkot Semarang dalam mengatasi berbagai persoalan secara bertahap telah membuahkan hasil.

Sebut saja penurunan angka stunting, inflasi yang rendah, ketahanan pangan, hingga penanganan banjir. Bergerak bersama dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu kunci keberhasilan tersebut.

Berbagai program dan inovasi Pemkot Semarang juga kerap mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Baik tingkat provinsi maupun pusat. Hal tersebut menjadi kado istimewa pada peringatan Hari Jadi ke-476 pada 2 Mei 2023 hari ini.

Terbaru, Pemkot Semarang dinobatkan sebagai yang terbaik se-Indonesia dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Status Kinerja Terbaik. Penilaian itu berdasar Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2022.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu pada upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) XXVII di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (29/4) lalu.

“Saya rasa (penghargaan EPPD) ini menjadi salah satu kado terindah dan sangat luar biasa di Hari Jadi ke-476 Kota Semarang. Apalagi dengan nilai 3,43, yang termasuk kategori tinggi. Itu belum pernah dicapai Kota Semarang,” terang Mbak Ita, sapaan akrab wali kota.

Upaya Pemkot Semarang dalam menekan inflasi melalui program ‘Pak Rahman’ juga mendapat penghargaan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah dan Bank Indonesia. Pak Rahman sendiri akronim dari Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman.

Pemkot berhasil menggelar Pak Rahman di 16 kecamatan. TPID Jateng menilai Pemkot Semarang berhasil menyediakan akses bahan pangan yang terjangkau bagi masyarakat sekaligus berhasil menekan angka inflasi.

“Pemkot Semarang terus berupaya meningkatkan kinerja melalui inovasi dan indikator-indikator yang sangat luar biasa. Seperti pengendalian inflasi. Inflasi Kota Semarang cukup rendah dan masuk 10 besar di Indonesia. Angka kemiskinan dan stunting juga turun,” ujar Mbak Ita.

Pada Maret 2023 lalu, inflasi Kota Semarang tercatat 0,2 lebih rendah dibanding Maret 2022.  Hal itu membuat inflasi tahun ke tahun (yoy) turun dari 5.29 menjadi 4.81.

Komitmen Pemkot Semarang dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat juga berbuah apresiasi. Seperti program SIRINDU (Sistem Informasi Harian Terpadu). Aplikasi yang diciptakan Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro (RSWN) tersebut berhasil meraih penghargaan Top 5 Pelayanan Publik.

Penghargaan diterima Mbak Ita disaksikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Azwar Anas dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“SIRINDU merupakan salah satu komitmen mewujudkan inovasi sebagaimana arahan Menpan RB. Kami berupaya memnyederhanakan inovasi untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Mbak Ita.SIRINDU merupakan inovasi pelayanan ICU RSWN bagi keluarga pasien. Informasi berupa kondisi terkini pasien di ruang perawatan intensif diberikan melalui pesan otomatis WhatsApp (WA) dan aplikasi SIRINDU yang terintegrasi dengan program sistem informasi RS.

Keberadaan aplikasi SIRINDU diharapkan dapat mengurangi kecemasan keluarga pasien yang tidak dapat menunggu langsung dengan perawatan khusus dan intensif. Aplikasi ini akan memberi gambaran kondisi pasien seperti klinis, kesadaran, tanda-tanda vital, tim dokter, hasil pemeriksaan penunjang, serta pengobatan yang dijalankan bagi pasien.

Aplikasi ini dapat diunduh dari Playstore. Keberadaan aplikasi ini sekaligus dapat meningkatkan indeks kepuasan pelanggan, serta mengurangi beban kerja petugas atau perawat.

Wali kota perempuan pertama di Kota Semarang ini juga mengungkapkan, sejumlah inovasi Smart City terus diwujudkan untuk mendukung adanya transparan informasi. Beberapa inovasi di keterbukaan publik di antaranya Sistem Pantau Banjir, Siaga Corona, Sistem Penerimaan Pajak Online, Early Warning System Bencana, hingga aplikasi Tilik Semarang, dengan sebaran CCTV di tingkat RT/RW se-Kota Semarang.

“Kami ingin membuat transparan, semuanya terbuka. Saat ini tidak ditutup tutup pun pasti akan terbuka. Sehingga kami melakukan banyak hal yang berbasis inovasi,” katanya.

Keterbukaan informasi publik yang dilakukan Pemkot Semarang tersebut berhasil masuk 10 besar nasional. Saat ini tinggal menunggu lima besar dan menjadi yang terbaik.

“Segala apresiasi yang diberikan kepada Pemkot Semarang ini adalah kado-kado istimewa. Namun kita tidak boleh terlena dengan segala pencapaian ini. Kita harus bisa mempertahankan dan meningkatkan apa yang telah kita capai,” tandasnya.

Demi meningkatkan pelayanan informasi, Mbak Ita dan jajarannya tengah menyiapkan layanan metaverse Mall Pelayanan Publik. Program tersebut digadang sebagai kota pertama yang mengimplementasikan metaverse.

“Saat ini sedang pembangunan metaverse MPP, InsyaAllah akan dilaunching dalam waktu dekat dan dapat melayani masyarakat bisa dari mana saja,” tegas Mbak Ita.



Photo
Photo
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyerahkan bingkisan kepada anak-anak. (Istimewa)

Kasus Stunting Turun Signifikan, Jadi Percontohan Daerah Lain

Pemkot Semarang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan sejak penerapan program oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Menteri BKKBN di Kota Semarang pada akhir 2021 lalu. Penurunan prevelensi stunting dari 21,3 persen menjadi 10,9 persen. Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari BKKBN.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menargetkan, pada 2023 atau selambat-lambatnya 2024, Kota Semarang zero stunting.

Menurut Mbak Ita—sapaan akrab wali kota--penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif. Menghilangkan ego sektoral maupun ego sentris antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Sejumlah program penurunan stunting yang dijalankan Pemkot Semarang, di antaranya Pelangi Nusantara, Rumah Gizi, Penanganan hulu sampai hilir di Dinkes. Kemudian Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting), salah satunya mengimplementasikan resep-resep dari Megawati Soekarnoputri untuk baduta stunting dan ibu hamil.

“Kita juga menambah Rumah Pelita atau Day Care khusus penanganan anak-anak stunting. Alhamdulillah sudah berjalan dua bulan dan hasilnya sangat signifikan,” kata wali kota.

Program day care ini sangat efektif menurunkan stunting. Sebab, anak-anak penderita stunting mendapat penanganan khusus. Anak-anak diberi pengasuh yang bersertifikat, kemudian makanan-makanan dari resep Megawati Soekarnoputri yang dimasak oleh juru masak yang tau tentang komposisi dan dibantu oleh ahli nutrisi. Kemudian ada penanganan terhadap kesehatan anak. Mendatangkan dokter anak satu bulan sekali.

“Jadi setiap minggu ada dokter puskesmas. Kalau memang ada hal-hal yang perlu penanganan khusus akan didatangkan dokter anak,” terang Mbak Ita.

Menurutnya, tak kalah penting adalah edukasi dan penanganan problem yang menyangkut persoalan di dalam keluarga. Pemkot pun mendatangkan psikolog dan terapi bagi anak yang membutuhkan. Dan setiap minggu akan dilakukan evaluasi.

Alhamdulillah sekarang (penurunan) signifikan dan orang tua senang. Dan sekarang banyak yang minta di setiap kecamatan didirikan Rumah Pelita. Ini adalah salah satu program yang nyata,” tandas wali kota. (ADV-HJKS) Editor : Agus AP
#hut kota semarang #Hari Jadi ke-476