Selama libur Lebaran ini, kawasan kolonial Belanda itu tak pernah sepi pengunjung. Berdasar pantauan beberapa hari terakhir ini, semakin malam Kota Lama semakin ramai.
Banyak muda mudi yang menghabiskan waktu liburan menikmati keindahan bangunan heritage di Kota Lama.
Beberapa titik yang menjadi favorit berswafoto adalah Taman Sri Gunting, depan gedung Marba, dan Gereja Blenduk.
Bahkan ada satu ikon baru yang menjadi buruan swafoto, yakni replika pohon cemara dari anyaman bambu.
Lokasinya persis di samping Gereja Blenduk. Sekilas mirip dengan pohon Natal. Bangunan itu tingginya sekitar tiga meter.
Seluruh ornamennya terbuat dari bambu. Ada beragam hiasan seperti lampu kerlap-kerlip, anyaman tempat nasi, caping, tumbu, tampah, hingga anyaman berbentuk ketupat. Di bagian atapnya terdapat lambang bulan bintang.
Salah satu wisatawan asal Sragen, Mukminah mengaku terkesan dengan replika gunungan ini. Ia menilai kreasi itu sangat unik.
"Sekilas sih kaya pohon Natal tapi ini seperti melambangkan Islam, ada ketupat dan lambang bulan bintang. Unik," ucapnya usai berfoto.
Hal senada juga diungkapkan Darmanto. Menurutnya hadirnya gunungan itu menjadikan Kota Lama berbeda, semakin diminati pengunjung. Ada spot foto baru selain bangunan-bangunan bersejarah.
"Kalau dilihat seperti menggambarkan budaya Indonesia, ini ada beragam kreativitas dari anyaman bambu. Mungkin bermaksud ingin melestarikan budaya," ungkapnya.
Ia menambahkan, dipilihnya mengunjungi Kota Lama saat malam hari karena lebih nyaman. Pasalnya, di Kota Semarang akhir-akhir ini terasa lebih panas. Terpantau suhu mencapai 32 derajat celcius.
"Kalau malam lebih adem, foto-fotonya juga tak kalah bagus kalau siang," kata warga Bawen, Kabupaten Semarang ini. (ifa/zal) Editor : Agus AP