Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Puncak Arus Balik, One Way Non Tol Jalur Pantura Diberlakukan Secara Situasional

Agus AP • Selasa, 25 April 2023 | 19:44 WIB
Suasana arus balik di GT Kalikangkung, Selasa pagi (25/4). (FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Suasana arus balik di GT Kalikangkung, Selasa pagi (25/4). (FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - One way arus balik sudah diberlakukan sejak 24 April 2023 kemarin. Pada 23 April 2023 sebelum one way, entrance menuju Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Kalikangkung berjumlah 29 ribu kendaraan.

Setelah dilakukan one way menjadi 49 ribu kendaraan. Atau ada kenaikan 69 persen."Jadi semestinya pada Senin (24/4) Pukul 14.30 - 00.00. Karena arus lalu lintas mulai tinggi jadi dilakukan hingga hari ini," kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo Nugroho.

Selain di tol, jalur non tol baik di Jalur Pantura, Jalur Tengah, dan Jalur Selatan cukup padat. Sehingga pihaknya tidak hanya melakukan one way di dalam tol tetapi jalur alternatif juga dilakukan one way situasional.

"Dari kemarin sore sampai pagi ini masih diperlakukan karena arus balik masih terlihat, nanti one way non tol situasional. Kalau arusnya sudah mulai landai," ujarnya pada Selasa (25/4).

Seperti di wilayah Brebes, yakni di wilayah Banyumas menuju ke Pejagan ke Jakarta. Tercatat ada 4.900. "Jadi kalau ditambahkan menuju Jakarta dari exitnya Kalikangkung 49 ribu ditambah 4 ribu berarti sekitar 53 ribu kendaraan menuju ke Jakarta," katanya.

Dilakukannya one way sangat efektif sekali pada arus balik ini untuk mengurai kepadatan kendaraan. Karena pemerintah mengimbau ada 24 - 25 April tidak kembali ke Jakarta.

"Tetapi masih banyak yang kembali, namun sudah kita antisipasi hari ini. Karena memang jarak arus balik cukup panjang dari tanggal 24 - 30 April, masyarakat akan memilih pulang tanggal berapa," katanya.

One way arus balik dilakukan dua kali. Periode pertama pada 24 hingga 26 April 2023. Periode kedua 29 dan 30 April 2023. "Ini konsep yang digagas dari awal, tetapi situasional, karena hitungan traffic accounting dari Jasa Marga ini sangat bisa menjadi dasar membuat kebijakan one way," tuturnya.

Pihaknya tidak bisa memprediksikan peningkatan atau penurunan jumlah kendaraan yang melintas. Pihaknya melakukan perhitungan GT Banyumanik menuju Jakarta berapa per jamnya.

Lalu diterima di GT Kalikangkung berapa kendaraan per jamnya. "Nanti kita lihat simulasi itu, karena kalau angka bisa dibuat kebijakan," katanya.

Misalnya Senin (24/4) malam di GT Banyumanik mencapai 3.800 kendaraan. Keluar dari arah Jakarta menjadi 3.700 kendaraan. Karena kemungkinan ke Kudus, ke Pati dan lainnya.

"Hitung-hitungnya itu nanti akan menyimpulkan arus balik tertinggi di hari apa, contoh arus mudik tertinggi di hari Selasa - Kamis berjumlah 21.000. Nanti arus baliknya kita lihat perjamnya berapa lalu kita sampaikan puncaknya," katanya.



Di dalam one way ini juga ada aturan, yakni diperlakukan ganjil genap yang bersifat himbauan. Karena untuk mengurai 123, 8 juta kendaraan yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga kepadatan akan terurai.

"Masyarakat diharapkan patuh dengan itu karena mengurai kepadatan, kami berharap budaya tertib lalu lintas mudik mari kita tunjukkan kepada dunia budaya tertib lalu lintas ciri khas bangsa kita," katanya.

Pihaknya sudah mengantisipasi titik trouble spot atau rawan kecelakaan, seperti di rest area, exit tol menuju ke Semarang.

"Nanti terjadinya di Jawa Barat, Jawa Tengah ini tinggal mengantar saja. Titik kepadatan di perkotaan, dan wilayah aglomerasi atau Solo, Banyumas, perkotaan karena selain mudik juga wisata ini juga kepadatan. Saya kira tidak sampai macet ya karena memang padat kita urai kita lakukan rekayasa dan kita kelola,” katanya. (fgr/bas) Editor : Agus AP
#top #Tol #arus balik #one way #JALAN TOL