Ribuan remaja itu terdiri atas siswa SMP, SMA/SMK, dan mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Semarang. Tak hanya remaja, tapi lansia juga tak kalah heboh menggaungkan kegiatan yang bertujuan melestarikan kebaya ini.
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang hadir turut serta melakukan flashmob dan line dance tari Semarangan dan Perahu Layar dengan peserta lainnya. Sebelumnya Mbak Ita --sapaan akrabnya-- melakukan deklarasi bersama dengan Komunitas Diajeng Semarang dan peserta. “Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Festival Kota Lama. Sekaligus mendorong kebaya ini mendunia sehingga bisa goes to Unesco,” jelas Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Ia menambahkan, pemerintah kota beserta dengan panitia Festival Kota Lama mengajak anak muda untuk melestarikan kebaya. Sehingga kebaya ini bisa diakui sebagai warisan dari nenek moyang. Mbak Ita mengaku, kegiatan ini juga untuk mendukung hari kebaya nasional pada bulan Juli lalu.
“Kegiatan ini sebagai nguri-nguri budaya, tadi ada juga remaja dari Papua yang meramaikan. Diharapkan ini menjadi satu modal untuk mendukung adanya hari kebaya nasional sekaligus kebaya to Unesco yang sekarang ini dari berbagai daerah banyak pendorong agar menjadi warisan tak benda,” tambahnya.
Ketua Panitia Festival Kota Lama Agus Suryono mengatakan hal senada. Tujuan dari flashmob ini untuk mempromosikan bahwa kebaya adalah bagian milik bangsa Indonesia yang harus dilestarikan, terutama generasi muda.
“Harapannya para remaja ini sudah dikenalkan dan dipromosikan. Sehingga remaja memakai kebaya ini bisa berkelanjutan dan menjadi suatu hal yang baik,” ungkapnya.
Peserta asal Papua Vianita Yasosuka antusias mengikuti kegiatan flashmob dan line dance 1000 remaja berkebaya ini. “Kami dari Asrama Amor Papua sangat antusias. Harapannya kebaya ini semakin go internasional,” katanya.
Vianita mengaku, baru pertama kali mengenakan kebaya. Baginya, kegiatan ini bisa menyatukan suku dan budaya yang ada di Indonesia. “Kami jadi bisa merasakan bagiaman budaya Jawa ini dengan berkebaya. Harapannya, budaya-budaya di Indonesia semakin menyatu dengan banyaknya acara seperti ini,” ujarnya. (kap/aro) Editor : Agus AP