Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Kesenian Kuda Lumping Meriahkan CFD Gunungpati

Agus AP • Senin, 21 Maret 2022 | 19:23 WIB
Puluhan pemain kuda lumping memeriahkan acara Gelar Budaya Kuda Lumping dalam CFD Gunungpati di Jalan Baru Gunungpati Minggu (20/3). (NUR CHAMIM/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Puluhan pemain kuda lumping memeriahkan acara Gelar Budaya Kuda Lumping dalam CFD Gunungpati di Jalan Baru Gunungpati Minggu (20/3). (NUR CHAMIM/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 40 pemain kuda lumping memeriahkan acara Gelar Budaya Kuda Lumping dalam Car Free Day (CFD) Gunungpati di Jalan Baru Gunungpati, depan Galeri Sentra Batik Gunungpati, Minggu (20/3). Dalam event ini, menggandeng Wahyu Turonggo Mudo dan Wahyu Turonggo Ratu Selatan (WTM-WTRS).

Ketua Panitia Car Free Day Gunungpati Aris Munandar, 50, menjelaskan, CFD Gunungpati 2022 dilakukan setiap hari Minggu. Diawali dengan senam pagi, kemudian dilanjut gelar budaya. Dimeriahkan juga 60 bazar UMKM.

“Sebelumnya, CFD Gunungpati menampilkan perlombaan memasak dan perlombaan mewarnai bagi anak-anak. Ini mengangkat perekonomian yang ada di Kelurahan Gunungpati," katanya.

Penasehat WTM-WTRS, Rudjito, 50, menambahkan, sebenarnya ada 100 pemain. Namun karena ada pembatasan menjadi 40 pemain saja. "Sebenarnya ada dadap merak. Namun, karena durasi waktu hanya sampai pukul 12.00,  ya kuda lumping saja," tuturnya.

Pihaknya ingin menguri-uri budaya. Para pemainnya mayoritas berasal dari Gunungpati. Setiap minggu, pihaknya melakukan latihan di Pakintelan. Saat pandemi dua tahun ini hanya 15 kali main Kuda Lumping. "Dulu sebelum pandemi hampir setiap minggu main," tuturnya.

Karena raganya dibuka, 30 penari kesurupan dengan lenggak-lenggok mengikuti alunan gamelan. "Kalau kedengaran gamelannya saja sudah kesurupan. Penonton juga ada yang kesurupan, karena pernah menari di Kuda Lumping dan dibuka raganya," jelasnya.

Ke depan, pihak Pokdarwis Paragulopati (nama Pokdarwis Gunungpati) mengangkat wisata religi Makam Kyai Pati. "Saat ini kami menyiapkan data-data. Tempatnya di RW 5 dan akan lebih ramai," kata Aris Munandar. (fgr/ida) Editor : Agus AP
#Gelar Budaya Kuda Lumping #car free day #Kuda Lumping