Apalagi di tengah pandemi ini, kebutuhan internet semakin meningkat. Termasuk untuk anak-anak sekolah yang melakukan pembelajaran secara daring.
Di Kota Semarang, beberapa tempat memang sudah disediakan fasilitas ini. Namun belum merata. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono menilai, pemerintah perlu menambahkan sejumlah WiFi di berbagai titik. Baik di taman, maupun masuk tingkat RW. “Beberapa usulan diperlukan wifi atau hotspot di taman bukan persoalan, kalau bisa sampai tingkat RW,” katanya.
Di samping itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta pemkot agar mempunyai rencana atau masterplan taman-taman di Kota Semarang. Baik yang dikelola pemerintah maupun yang ada di lingkungan masyarakat.
Salah satu fasilitas umum yaitu mencuci tangan, turut menjadi perhatiannya. Di Taman Sampangan misalnya, tempat cuci tangan tidak berfungsi dengan baik. Tidak tersedia air, sabun, maupun tisu. Hal ini sangat disayangkan memgingat mencuci tangan turut menjadi kebutuhan wajib di masa pandemi.
“Kita minta taman yang sudah dibangun pemerintah diberikan fasilitas yang baik, mulai dari pemeliharaan, ada yang menjaga, menyirami, dan membersihkan. Diperhatikan betul apakah berfungsi atau tidak, dikontrol rutin, terlebih taman-taman yang sudah dibuat pemerintah itu,” tambahnya.
Salah seorang pengunjung Taman Sampangan Ahmad Anwar mengatakan, tempat cuci tangan di taman ini mengecewakan masyarakat. Padahal hampir setiap hari ia mengunjungi taman untuk olahraga, namun kondisinya masih sama. "Setiap kali mau cuci tangan pasti gak ada air. Sabun, dan tisu juga gak ada," katanya.
Di sisi lain, Suharsono mengapresiasi adanya peningkatan fasilitas di Taman Tugumuda berupa penyiraman secara otomatis. Menurutnya, fasilitas ini perlu dikaji untuk taman yang lain. (ifa/ton)
Editor : Agus AP