“Ada 2.400 santri yang dengan berat hati kami pulangkan ke rumah orang tuanya masing-masing. Namun ada juga yang masih tetap tinggal di pondok,” ungkap Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi KH Masruchan Bisri kepada Jawas Pos Radar Semarang.
Mereka yang terpaksa tetap tinggal di ponpes, tambah KH Masruchan Bisri, sebanyak 200 santri yang tempat tinggalnya di daerah zona merah atau berisiko tinggi dan santri yang berasal dari luar Jawa. Kepulangan ribuan santri Ponpes Askhabul Kahfi itu sengaja dilakukan dalam beberapa gelombang. “Ini upaya kami menghindari desak-desakan saat pulang yang justru berisiko serta meminimalisasi kemacetan,” imbuhnya.
Rencananya mereka diliburkan hingga 24 April mendatang, jika situasi sudah memungkinkan. Namun jika kondisi belum memungkinan, akan diperpanjang hingga 31 Mei 2020. Selain meliburkan santrinya, Ponpes Askhabul Kahfi untuk sementara menunda kegiatan Khataman Alquran dan Pengajian Haflah Akhirissanah. (sls/ida)
Editor : Agus AP