Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pedagang tampak berlalu lalang di komplek Pasar Induk Wonosobo sisi barat. Mereka melihat dan mengecek keberadaan calon kios dan los yang nantinya akan ditempati.
"Sekilas tadi kita melihatnya. Pasarnya bagus cuma luasannya menjadi lebih sempit," ungkap salah seorang pedagang ikan asin, Rudi yang tengah melihat kondisi pasar.
Ia mengaku baru pertama kali melihat kondisi pasar setelah selesai dibangun. Sebab selama ini pintu masuk gedung ini selalu tertutup dengan pintu besi. Ia baru benar-benar bisa melihatnya setelah ada sosialisasi oleh sekda Wonosobo Jumat (3/6) lalu.
Rudi berharap pasar ini bisa segera ditempati. Meskipun luasannya harus berkurang, namun ia tetap menerima. Sebab kondisi pasar penampungan yang saat ini digunakan ribuan pedagang itu semakin tidak nyaman untuk ditempati.
"Harapannya dalam kurun waktu satu bulan, saya sudah bisa menempati pasar induk ini. Walau lebih sempit, kami mau jalani dulu saja, karena pasar penampungan sudah mulai bocor dan kondisinya memprihatinkan ketika hujan," tandasnya.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo memang telah membuka pasar untuk dilihat para pedagang. "Kita ingin pedagang melihat secara langsung bagaimana bangunan pasar induk saat ini. Mereka biasanya kan hanya lihat dari luar, lah kali ini kita buka agar mereka bisa melihatnya secara langsung sebelum benar-benar pindah," ungkap Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo pada Sosialisasi Rencana Penempatan Pedagang Kali Kedua baru-baru ini.
Sebelum proses pemindahan dilakukan, Pemkab terus menggelar sosialisasi rencana penempatan pedagang sampai dengan 22 Juni nanti. Sehingga seluruh pedagang bisa mengetahui dengan jelas bagaimana skema penataan yang ditawarkan oleh pemerintah daerah.
One mempersilakan bagi para pedagang yang ingin melihat bagaimana kondisi bangunan yang ada. Sehingga para pedagang memiliki gambaran yang utuh tentang pasar yang telah berdiri kokoh dengan empat lantai itu. (git/ton) Editor : Agus AP