Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Gaungkan Janji Layanan JKN yang Mudah Cepat Setara

Agus AP • Jumat, 23 Juni 2023 | 21:27 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Magelang mengundang perwakilan badan usaha (BU) di wilayah kerjanya untuk mengikuti gathering. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi tentang inovasi-inovasi pelayanan kesehatan yang telah dilakukan BPJS Kesehatan. (Istimew
BPJS Kesehatan Cabang Magelang mengundang perwakilan badan usaha (BU) di wilayah kerjanya untuk mengikuti gathering. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi tentang inovasi-inovasi pelayanan kesehatan yang telah dilakukan BPJS Kesehatan. (Istimew
RADARSEMARANG.ID, Magelang – Puluhan perwakilan dari badan usaha (BU) di wilayah kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Magelang mendapat sosialisasi tentang transformasi digital fasilitas kesehatan (faskes). Dengan harapan, para peserta pekerja penerima upah (PPU) badan usaha dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengakses pelayanan kesehatan dengan mudah, cepat, setara.

Kepala Bagian Mutu Layanan Faskes BPJS Kesehatan Cabang Magelang Nurhadi Hidayat menjelaskan saat ini jumlah peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus bertambah. Beberapa daerah di Jawa Tengah bahkan telah mencapai universal health coverage (UHC). Hal tersebut dapat memengaruhi minat masyarakat menggunakan fasilitas kesehatan. Tidak jarang, terlihat pemandangan antrean yang mengular di fasilitas kesehatan tertentu. Pasien yang mengantre itu didominasi dari peserta JKN.

BPJS Kesehatan lantas berinovasi untuk memecahkan masalah tersebut. Kini menu antrean online (antrol) berobat dihadirkan dalam aplikasi Mobile JKN sebagai solusi mencegah terjadinya penumpukan antrean. Dengan menu antrol ini, peserta PPU dapat dengan mudah mengambil nomor antrean pelayanan di fasilitas kesehatan, dan akan langsung mendapat kepastian waktu pelayanan.

“Ketika sudah mendapatkan nomor antrean pelayanan, peserta juga mendapat informasi sisa antrean pelayanan, sehingga dapat memperkirakan waktu menuju fasilitas kesehatan dan tidak terlalu lama menunggu di faskes,” kata pria yang akrab disapa Hadi, Jumat, (23/6/2023).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Irfan Qadarusman menyebutkan, kemudahan pelayanan kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan peserta program JKN. Menurutnya, inovasi tersebut tidak berarti tanpa dukungan banyak pihak.

“BPJS Kesehatan berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada peserta, melalui implementasi janji layanan JKN,” tandasnya.

Janji layanan JKN yang digaungkan adalah pelayanan yang mudah, cepat, setara. Kemudahan yang dijamin adalah dalam hal akses pelayanan kesehatan dan administrasi layanan kesehatan. Saat ini, berbagai fitur atau menu aplikasi Mobile JKN bisa dimanfaatkan pengguna untuk mengurus kepesertaannya.

Kemudahan lainnya adalah ketika berobat tidak perlu menggunakan kartu fisik JKN, melainkan bisa menggunakan KIS Digital dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bagi penduduk yang belum berusia 18 tahun, bisa menggunakan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Karena saat ini, Nomor Induk Kependudukan (NIK) diakui sebagai nomor kepesertaan JKN,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana dengan janji layanan JKN lainnya. Perihal janji kecepatan pelayanan, BPJS Kesehatan memastikan kecepatan antrean pelayanan di faskes. Baik untuk pelayanan medis, tindakan medis, dan pelayanan obat. Penekanan lainnya adalah kecepatan peserta mendapatkan informasi.



Janji layanan JKN yang ketiga adalah setara. Kata Irfan, kesetaraan pelayanan ini menekankan tidak terdapat perbedaan pelayanan kesehatan di faskes antara pasien ber-JKN dengan umum. Bahkan menurut Irfan, jumlah pasien di faskes sudah didominasi oleh peserta JKN. Program JKN juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berobat, karena biaya pengobatannya ditanggung BPJS Kesehatan.

“Ini fakta. Sekarang kita bisa melihat, rumah sakit-rumah sakit yang bermitra dengan kami sudah menyediakan loket khusus untuk peserta JKN. Bahkan kalau dilihat, kunjungan terbanyaknya dari pasien ber-JKN,” ujarnya.

Tingginya animo masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan ini membuat fasilitas-fasilitas kesehatan berlomba-lomba untuk berbenah diri. Dari segi fisik gedungnya, fasilitas pelayanannya, dan juga kapasitas sumber daya tenaga kesehatannya. “BPJS Kesehatan memiliki standar pelayanan yang harus dipenuhi oleh faskes jika ingin bermitra dengan kami. Karena kami ingin memberikan pelayanan paripurna untuk peserta JKN. Secara berkala, kami mengevaluasi dan memberikan feedback atas pelayanan faskes kepada peserta JKN,” ungkapnya.

Dengan berbagai upaya konkrit yang dilakukan ini, BPJS Kesehatan berharap pelayanan kesehatan di Indonesia semakin maju. Masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan untuk berobat dan tidak mengalami diskriminasi pelayanan kesehatan. “Program JKN ini hadir tidak hanya untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat, tapi juga meningkatkan derajat kesehatan rakyat, serta mencegah terjadinya risiko sosial dan ekonomi yang timbul akibat mengalami gangguan kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, peserta gathering badan usaha, Nita Jayanti dari PT Shoenary Javanesia Inc menyambut baik inovasi-inovasi pelayanan yang dilakukan BPJS Kesehatan. Menurutnya, pelayanan bagi peserta JKN dirasakan semakin baik dan berkualitas. Acara gathering BU ini juga penting dilaksanakan untuk memberikan informasi dan sosialisasi terkait inovasi pelayanan terbarunya BPJS Kesehatan. Sehingga kemudian bisa disebarluaskan kepada para karyawan perusahaan. “Acara ini sangat istimewa,” pujinya. (put/web/bas) Editor : Agus AP
#BPJS Kesehatan Cabang Magelang