alexametrics

Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi dan Pelatihan Bidang Hukum di Pedurungan Tengah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang -Mahasiswa KKN Tim II Undip tahun 2021/2022 yang terdiri atas Immanuella Christin Prayitno dan Fiorentina Miftha Rahadevi melakukan edukasi dan pelatihan di bidang hukum kepada anak dan remaja di Kelurahan Pedurungan Tengah, Kota Semarang. Kegiatan tersebut terbagi menjadi dua sub kegiatan, yakni edukasi dan pendampingan mengenai kekerasan seksual terhadap anak dan remaja, serta edukasi dan pelatihan perjanjian pranikah kepada remaja. Kedua kegiatan tersebut di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan (DPL) Dr Rr Karlina Aprilia Kusumadewi SE MSc Ak.

Menurut Immanuella Christin Prayitno, rangkaian kegiatan edukasi dan pelatihan di bidang hukum tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada anak dan remaja, mengingat angka melek hukum di kalangan masyarakat masih tergolong cukup rendah.

Baca juga:  BNIDirect Catatkan Volume Transaksi Lebih dari Rp2.500 Triliun

Dikatakan, selama pelaksanaan kegiatan, disambut baik oleh masyarakat setempat. Hal tersebut dapat dilihat dari antusias warga untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat. Pendampingan mengenai kekerasan seksual terhadap anak dan remaja ini dilaksanakan di Madrasah Daroinis Sa’adah RT 02 RW 08 dengan jumlah peserta 85 orang.

“Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan perlunya pemahaman yang baik dari setiap peserta yang merupakan siswa dengan umur yang masih di bawah 17 tahun,” kata Immanuella Christin Prayitno kepada RADARSEMARANG.ID.

Dia menambahkan, dilakukannya pendampingan ini bertujuan untuk mencegah adanya tindakan kekerasan seksual terhadap anak dan remaja. Apalagi tindak kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini semakin menunjukkan laju pertumbuhan yang pesat, baik kuantitas atau kualitas.

Baca juga:  Jadi Financial Supermarket, Bisnis Wealth Management BRI Semakin Luas

“Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain minimnya edukasi akan seks dan etika pergaulan, kurangnya perhatian dan penanganan dari pemerintah, serta kepedulian masyarakat dan lingkungan yang masih rendah,” bebernya.

Dalam kegiatan itu, anak-anak madrasah menyimak melalui modul yang telah diberikan. Mereka juga ikut berpartisipasi aktif saat sesi tanya jawab, dan berlanjut sampai pendampingan selesai. Para peserta pendampingan membagikan pengalamannya secara individu agar lebih nyaman.

Sementara itu, pelatihan perjanjian pranikah digelar di Gedung Serbaguna RW 09 dengan jumlah peserta 20 orang. Pelaksaan kegiatan pelatihan perjanjian pranikah ini didasari atas pandangan sebagian masyarakat yang menganggap perjanjian pranikah ini sebagai bentuk tidak percaya kepada calon pasangannya. Nah, untuk menghilangkan stigma tersebut, Fiorentina Miftha memberikan edukasi dan pelatihan perjanjian pranikah.

Baca juga:  Latih Warga Jaga Kesehatan Gigi

Dalam pelatihan ini, dibentuk satu kelompok dengan anggota tiga orang untuk membuat perjanjian pranikah dengan tema yang berbeda-beda, mulai dari harta kekayaan, hutang piutang, dan lain-lain. Pelaksanaan program pelatihan ini mendapatkan respon baik, karena remaja cukup antusias dalam menyusun draf perjanjian pranikah. (aro/web)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya