alexametrics

Beberapa Contoh Penerapan Big Data Pada Perusahaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Big data semakin dibutuhkan oleh berbagai kalangan di era serba canggih seperti sekarang. Mulai dari sosial media, pelaku usaha, dan bahkan pemerintahan. Kapabilitas big data yang mampu menyimpan berbagai informasi dengan ukuran sangat besar, membuatnya dipilih untuk hampir seluruh kebutuhan industri. Pengelolaan dan analisis data sekarang bisa jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Analisa big data mampu menghasilkan sebuah keputusan yang cepat dan tepat. Setiap orang bisa menerima data secara realtime dari sumbernya langsung. Jenis data yang bisa disimpan meliputi data terstruktur dan tidak terstruktur. Keunggulan tersebut membuatnya semakin dibutuhkan banyak pihak, seperti perusahaan.

Yuk, kenali lebih lanjut bagaimana peran big data yang mampu mendorong perkembangan perusahaan semakin efisien dan optimal.

1. Memperbaiki CRM (Costumer Relationship Management)

Menjaga hubungan baik dengan para pelanggan sudah seharusnya dilakukan oleh setiap perusahaan. Sebab, konsumen yang memiliki kedekatan dengan suatu brand bisnis bersedia menjadi pelanggan tetap tanpa ada rasa keberatan.

Baca juga:  Pertanian dan Big Data

Masalahnya, beberapa perusahaan seringkali gagal menjalin hubungan baik dengan konsumen mereka. Faktor penyebabnya adalah informasi seputar pelanggan yang seringkali kurang akurat. Ini meliputi rata-rata konversi, produk yang disukai, promo yang membuat tertarik dan lain sebagainya.

Dengan big data yang mampu menyimpan segala informasi seputar penjualan dan pola beli konsumen, perusahaan bisa mengambil keputusan untuk meningkatkan kepuasan para pembeli. Seperti menghadirkan produk varian khusus, promo spesial di waktu-waktu tertentu, dan lain-lain.

2. Recomendation Engines

Big data membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada pelaku bisnis untuk terus berkembang. Salah satunya dengan membantu mereka memberikan rekomendasi yang tepat kepada setiap pelanggan. Rekomendasi ini didasarkan pada riwayat penjualan ataupun layanan yang paling banyak diminati.

Teknologi Recomendation Engines bisa Anda temukan pada platform YouTube misalnya. Dimana beranda Anda berisikan video-video yang berhubungan dengan topik baru saja ditonton.

Baca juga:  Kenapa Pilih POCO F3 5G? Lihat Perbandingannya dengan Smartphone Lain

Sementara itu, perusahaan bisa melihat data penjualan di suatu daerah dan melihat produk apa saja yang paling laris. Kedepannya mereka bisa meningkatkan produksi sebuah produk untuk wilayah tertentu, maupun mengembangkan variasi lain.

Demikianlah empat contoh penerapan big data pada perusahaan yang sudah umum dilakukan. Bagaimanapun, kita harus mulai berkenalan dan memahami fungsi dari big data.

3. Mencegah Penipuan

Salah satu tantangan terbesar yang mengintai perusahaan dan pelaku bisnis saat ini adalah kejahatan finansial. Penipuan semakin marak terjadi di era serba cepat dan mudah seperti sekarang. Beruntunglah, karena dengan adanya big data memungkinkan perusahaan untuk mendeteksi adanya pelanggaran dan klaim penipuan pihak tertentu.

Anda bisa memanfaatkannya untuk menghindari oknum-oknum yang berusaha merugikan perusahaan. Rekam jejak individu ataupun lembaga tertentu bisa dilacak dengan cepat.

4. Membantu Sistem Operasional Bisnis Agar Lebih Optimal

Baca juga:  Konsisten Terapkan Keuangan Berkelanjutan, BRI Raih Penghargaan Tertinggi ASRRAT 2021

Sebanding dengan kapabilitas yang dimiliki oleh big data, ia dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan berskala besar. Kebutuhan sumber data yang terus meningkat sangatlah berpengaruh terhadap proses berjalannya bisnis. Nah, big data mampu memenuhi segala macam informasi yang berhubungan dengan produsen sampai konsumen.

Salah satu perusahaan yang membutuhkan big data adalah perusahaan impor dan ekspor barang. Seperti diketahui, cara import barang dari China dan negara lain sekarang semakin mudah. Agar rantai bisnis berjalan dengan lancar dan efisien, setiap perusahaan membutuhkan big data.

Yaitu segala informasi yang berhubungan dengan produsen, kategori produk, harga masing-masing suplier, metode pengiriman, dan lain-lain. Big data mampu memberikan informasi secara gamblang dan memudahkan dalam mengambil keputusan.

Karena impor merupakan bisnis berskala internasional, maka kurang pas rasanya apabila menggunakan basis data bersifat open source yang kapabilitasnya kecil. Seperti MariaDB, PostGre, MySQL dan sejenisnya.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya