alexametrics

Latih Barista, Kembangkan Coffee Shop Hingga ke Desa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Bisnis kedai kopi di Kabupaten Magelang berkontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi kreatif. Permintaan tenaga kerja barista pun semakin meningkat. Namun jumlah kedai kopi dengan cita rasa khas masih terbatas. Maka, Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang mengadakan pelatihan barista, Rabu (22/6) di Taman Bunga Pagoda, Dusun Candirejo, Desa Ketangi, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Kegiatan bertajuk Pelatihan Pengenalan Dasar Kopi bagi Barista di Kabupaten Magelang itu diikuti 50 pelaku industri kopi dari hulu dan hilir. Mereka dibekali pemahaman soal jenis dan karakter kopi. Selain itu diberikan keterampilan meracik dan menyeduh kopi. Mulai cuping dan manual brew. Juga pemahaman tentang profesi dan tugas seorang barista profesional.

Baca juga:  Rangkaian Peringatan HDKD ke-77, Kemenkumham Jateng Gelar Temu Sadar Hukum Serentak

Rinto Ketua Klaster Kopi Magelang Rinto mengungkapkan, persoalan saat ini mayoritas terletak pada hulu barista. Yaitu perlengkapan hulu tidak punya tapi sudah terburu-buru memiliki peralatan hilir.
Rinto menambahkan, mindset barista harus berubah. Yakni membuat greenbean yang bagus. Bukan fokus terhadap branding produk kopi bubuk. Mendukung hal ini, Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husain berkomitmen mengawal pemberdayaan barista. Sebab, ekonomi kreatif sub sektor kuliner menyumbang 30 persen dari seluruh sektor perekonomian. “Potensi penghasil kopi di Kabupaten Magelang juga tergolong besar. Di antaranya Kaliangkrik, Grabag, Sawangan, dan sebagainya,” terangnya.

Yang paling membanggakan, lanjut Husain, saat ini Kabupaten Magelang sudah memiliki kopi arabica. Karena petani sudah mengembangkan di atas ketinggian 1.000 meter. Ia berharap, kerangka dalam membangkitkan ekonomi kreatif sektor kuliner akan terwujud. Bahkan ditargetkan, ke depan di tingkat dusun pun terdapat coffee shop. “Terinspirasi di daerah Jawa Timur. Desa pelosok kedai kopi sudah menjamur. Semoga bisa meningkatkan kesejahteraan dan inovasi terhadap pelaku bisnis kopi di Kabupaten Magelang,”ujarnya.

Baca juga:  Aksi Donor Darah Peringati Bulan K3, Semen Gresik Sumbang Ratusan Kantong Darah

Pelatihan kopi ini mendapatkan apresiasi anggota Komisi II DPRD Kabupaten Magelang Edy Gunawan Yakti. Menurutnya kegiatan tersebut memuat nilai kreativitas yang tinggi. Sebab tidak hanya menjual objek wisata, tetapi menumbuhkan segmen pendukung lainnya.

Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam pada Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang Puji Lestari menyebut komoditas kopi Kabupaten Magelang mempunyai keunggulan kompetitif. “Magelang punya kopi khas dari lereng Gunung Sumbing, Merapi, dan Merbabu. Dengan adanya klaster kopi ini harapannya dari hulu hingga hilir dapat mengangkat kopi Magelang,”imbuhnya.

Barista Inggit Chandra Purnomo menuturkan kopi yang tersaji di meja bar melewati proses yang panjang. Mulai dari petani, prosesor, roaster, hingga ke barista. Semuanya adalah kesatuan yang tidak terpisahkan. (mia/adv/web/lis)

Baca juga:  PKT Olah 650 Kilogram Limbah Plastik jadi Bahan Aspal Jalan

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya