alexametrics

Bpjamsostek Ungaran Siap Melindungi Pelaku UMKM di Kabupaten Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Cabang Ungaran siap memperluas cakupan kepesertaan sektor informal di Kabupaten Semarang melalui perjanjian kerja sama dengan UMKM Centre Kabupaten Semarang.

Kegiatan tersebut juga dibarengi dengan sosialisasi UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di salah satu rumah makan, di Kabupaten Semarang, Rabu, (15/6).

Kegiatan yang diikuti kurang lebih oleh 12 orang tersebut dihadiri Ketua dan anggota UMKM Centre Kabupaten Semarang beserta Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Ungaran Budi Jatmiko didampingi Kepala Bidang Kepesertaan Fadlillah Utami.

Ketua UMKM Centre Kabupaten Semarang Anna Setyarini menyebutkan, masih banyak UMKM di Kabupaten Semarang yang belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

“Mungkin ada sekitar 12.000 orang yang bisa menjadi potensi sebagai calon peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami juga bersedia mewajibkan anggota UMKM yang baru untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena mereka semua harus terlindungi Jaminan Sosialnya, yang khususnya ketenagakerjaan, semoga program ini dapat berjalan dengan baik, kami siap memfasilitasi kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan sosialisasi terhadap 7 cluster UMKM yang ada di Kabupaten Semarang,” katanya.

Baca juga:  Safari Ramadan, BPJAMSOSTEK Ungaran Gelar Employee Volunteering

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Ungaran, Budi Jatmiko, mengatakan, perjanjian kerja sama ini digelar untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 tahun 2021 tentang optimalisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) dan Surat Edaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia kepada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Jadi di sini kami sekaligus mensosialisasikan Inpres Nomor 2 tahun 2021 dan Surat Edaran dari Kementerian Koperasi dan UKM kepada seluruh pelaku UMKM maupun Koperasi bahwa mereka itu wajib terlindungi dan menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” imbuh Jatmiko.

Menurutnya, dalam Surat Edaran dari Kementerian Koperasi dan UKM itu, ada tiga kelompok yang perlu menjadi fokus awal pemberian perlindungan Jamsostek, yakni penerima KUR, penerima BPUM, dan pelaku usaha yang tergabung dalam anggota koperasi serta pelaku UMKM yang sudah terdigitalisasi.”Mereka itu wajib didaftarkan sebagai peserta BPJAMSOSTEK,” lanjutnya.

Baca juga:  Porsi Kredit UMKM Capai 80,6 Persen, BRI Semakin Kokoh Sebagai Market Leader Segmen UMKM Indonesia

Hari ini pihaknya melaksanakan sosialisasi kepada Ketua dan pengurus UMKM dan Koperasi guna memastikan mereka sudah mengerti manfaat daripada program BPJAMSOSTEK dengan harapan nantinya mereka bisa mejelaskan juga kepada anggota terkait pentingnya program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Paling tidak setelah memahami, minimal mereka bisa mengikuti dua program jaminan sosial yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Dengan demikian mereka sudah terlindungi dari segala risiko pekerjaan. Saat terjadi risiko kecelakaan kerja, paling tidak seluruh biaya pengobatannya sudah dicover dan ditanggung BPJAMSOSTEK. Mereka sudah tidak perlu susah – susah untuk mencari biaya lagi. Begitu juga jika terjadi cacat dan kematian atau meninggal dunia akan mendapatkan santunan dari BPJAMSOSTEK,” tambah Jatmiko.

Baca juga:  Pandemi, Seluruh Layanan BPJAMSOSTEK Tak Berhenti

Artinya disini ahli waris dari peserta akan mendapatkan santunan, sehingga usaha yang dijalankan oleh pelaku UMKM dan Koperasi ini masih dapat bertahan. Walaupun itu, mungkin nantinya ahli waris yang akan melanjutkan.

“Hanya dengan iuran Rp16.800 disetiap bulannya para pelaku UMKM bisa merasakan manfaat untuk jangka panjang menjadi peserta di BPJAMSOSTEK. Jika dibutuhkan untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh anggota UMKM pun kami siap jemput bola untuk dating memberikan sosialisasi guna memperluas cakupan Kepesertan BPJAMSOSTEK bagi peserta informal di Kabupaten Semarang,” tutup Jatmiko. (wan/web/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya